Wagub Emil Pastikan Ketersediaan Logistik dan Posko Pengungsi Terpenuhi

LUMAJANG (Suarapubliknews) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan bahwa ketersediaan logistik dan posko pengungsian warga yang terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru terpenuhi. Selain itu, pendirian posko-posko baru diharapkannya bisa didirikan dengan tujuan agar tidak terjadi penumpukan logistik dan pengungsi.

Hal ini disampaikan saat meninjau Posko Pengungsian di Kantor Kecamatan Candipuro, Kab. Lumajang. “Ini masuk hari keempat untuk melihat bagaimana pasokan logistik dan posko pengungsi warga terdampak sudah terpenuhi dan memadai,” katanya.

Selain meninjau di Posko Pengungsian di Kantor Kecamatan Candipuro, Ia juga meninjau posko yang sama di Balai Desa dan Lapangan Penanggal, Kab. Lumajang. Menurutnya, Posko Pengungsian di kedua tempat tersebut dinilai sudah penuh. Hanya saja, untuk mencegah terjadinya penumpukan logistik dan pengungsi, saat ini sedang dilakukan assesment posko-posko baru bagi para pengungsi.

“Kantor Kecamatan Candipuro sekitar 250 pengungsi tampak penuh. Makanya tadi kita ke SMPN 1 Candipuro untuk mengecek kamar mandi dan ruangannya. Termasuk di Balai Desa Penanggal jumlahnya 577 pengungsi. Nanti kita lihat di lapangan Penanggal. Insyaallah kalau cocok semuanya maka akan kita split,” urai Wagub Emil.

Lebih lanjut WAgub Emil menyampaikan, peran TNI, Polri, relawan, Palang Merah Indonesia (PMI) telah membantu pemerintah dalam mendata jumlah pengungsi di Kecamatan Candipuro. Saat ini, total jumlah pengungsi di kecamatan setempat sebanyak 3.400 pengungsi. “Semakin banyak jumlah pengungsi yang terdata menunjukkan bahwa terakses oleh aparat dan instansi, sehingga kita bisa mendata lebih akurat,” tuturnya.

Setelah dilakukan pendataan, ada transisi dan kemungkinan solusi dibangunnya hunian sementara (Huntara) yang cepat dirakit agar memberikan solusi terbaik bagi masyarakat. “Terkait Huntara segera dilakukan peninjuan untuk kemudian menentukan langkah-langkah seperti apa yang harus dilakukan,” tandas WAgub Emil.

Kunjungan Wagub Emil di Kantor Kecamatan Candipuro dan Balai Desa Penanggal didampingi  Kepala Bakorwil Jember V Imam Hidayat, Kepala Badan Pelaksanaan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Budi Santosa dan jajaran perangkat daerah Pemkab Lumajang.

Saat meninjau posko pengungsian di 3 lokasi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyapa sekaligus mendengar beberapa cerita warga yang terdampak akibat APG Gunung Semeru.

Warga Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh Suparman (60), berkisah tentang kejadian APG Gunung Semeru yang hingga saat ini masih terus terbayang di benaknya. “Abu vulkanik terlihat dari atas langsung menghantam ke bawah. Rumah semua hancur,” tuturnya saat berinteraksi bersama Wagub Emil di Kantor Kecamatan Candipuro.

Hingga saat ini, Suparman mengaku masih trauma. Bahkan ia masih memikirkan kondisi rumahnya yang hancur tertimbun abu vulkanik. “Saya masih bingung dan khawatir dengan kondisi rumah saya pak,” ungkap pria yang berprofesi sebagai petani itu.

Selain Suparman, Wagub Emil diwaduli salah seorang warga bernama Niman (55). Ia bersama istri dan kakaknya sedang mencari anak lelakinya yang hilang dan belum ditemukan hingga saat ini. “Anak saya berusia usia 18 tahun bekerja sebagai penambang pasir. Saya bingung dan pasrah. Apakah sudah ditemukan atau belum,” ungkapnya.

Mendengar wadulan tersebut, Wagub Emil mencoba menenangkan Niman beserta keluarganya. Dijelaskan bahwa jenazah yang belum teridentifikasi, diletakkan di rumah sakit hingga ada pihak keluarga yang menjemput. “Tim SAR terus bergerak dan pencarian korban terus dilakukan,” tuturnya.

Bahkan, ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mencatat dan menyimpan foto anak yang hilang tersebut. “Pak tolong dicatat agar mudah berkomunikasi dengan beliau,” pesan Wagub Emil.

Saat meninjau di tiga titik posko pengungsian, Wagub Emil juga menyapa ibu hamil lalu mengecek layanan kesehatan, kondisi dapur umum dan fasilitas toilet. Bahkan, di Kantor Kecamatan Candipuro, Wagub Emil menyapa para relawan yang sedang memberikan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak APG Gunung Semeru. “Adik-adik berdoa terus supaya selamat dan sehat ya. Harus semangat dan tidak boleh takut lagi,” serunya. (q cox, tama dinie)

Reply