Pemerintahan

Wali Kota Eri Cahyadi dan Menteri Perhubungan Bahas Realisasi Jalur Ganda KA

55
×

Wali Kota Eri Cahyadi dan Menteri Perhubungan Bahas Realisasi Jalur Ganda KA

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendampingi kunjungan Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI) Budi Karya Budi Karya Sumadi, di Terminal Purabaya Sidoarjo, Jumat (14/7/2023). Dalam kunjungannya kali ini, Menhub RI Budi Karya Sumadi bersama Wali Kota Eri Cahyadi membicarakan soal rencana pembangunan jalur transportasi kereta api (KA).

Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan, di kesempatan ini ia berdiskusi secara langsung dengan Menhub RI Budi Karya Sumadi mengenai rencana pembangunan double track (jalur ganda) KA, mulai dari Stasiun Surabaya Pasar Turi hingga Stasiun Sidoarjo. Rencana pembangunan jalur ganda ini, sebagai salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan transportasi umum antar kota.

Wali Kota Eri mengatakan, saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI telah melakukan empat tahap pengkajian jalur ganda KA. Kajian yang dilakukan oleh Kemenhub diantaranya adalah jalur ganda KA Surabaya-Sidoarjo, Lamongan-Sidoarjo, Lamongan-Mojokerto, Lamongan-Gresik-Sidoarjo. “Jadi insyaallah yang akan dikerjakan itu adalah Sidoarjo-Surabaya,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Dalam rencana pembuatan jalur ganda tersebut, ada titik yang menjadi konsen Kemenhub RI. Titik tersebut yakni kawasan Bundaran Aloha, Kabupaten Sidoarjo. Kawasan ini menjadi konsen Kemenhub RI lantaran sering terjadi kepadatan arus lalu lintas.

“Kita membutuhkan double track, sehingga nanti insyaallah sudah ada perhitungan-perhitungan, tadi yang disampaikan (Menhub) bagaimana soal pengerjaannya. Semoga bisa segera dilaksanakan, karena kan sekarang sudah dilakukan studi kelayakan (feasibility study),” ujar Wali Kota Eri.

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu mengungkapkan, rencana pembangunan jalur ganda KA Surabaya-Sidoarjo akan segera dilaksanakan pada 2024 mendatang. Cak Eri berharap, dengan adanya jalur ganda yang menghubungkan dua daerah tersebut bisa menjadi solusi mengurai kepadatan arus lalu lintas.

“Mau tidak mau, ini kan setiap pagi ketika masuk ke Surabaya itu macet. Waktu sore dari luar Sidoarjo, baik dari Jalan Mayjen Sungkono mau ke Gresik dan ke Sidoarjo juga macet. Sehingga saya sampaikan ke Pak Menteri, jadi memang fokusnya adalah Sidoarjo-Gresik dahulu, tahap kedua baru Lamongan-Surabaya-Sidoarjo,” pungkasnya. (Q cox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *