Wali Kota Eri Cahyadi Fokus Tuntaskan Kemiskinan bersama Kader Surabaya Hebat

SURABAYA (Suarapubliknews) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani kembali menggelar kegiatan rutin “Ngobras” (Ngobrol Santai) bersama para Kader Surabaya Hebat (KSH). Kali ini, “Ngobras” digelar di Unit J1 – O1 Lantai 2 Royal Plaza Kota Surabaya, dengan diikuti oleh 1.788 KSH di Kecamatan Wonokromo.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi dibuat terperangah dengan para KSH. Sebab, banyak diantara mereka yang telah mendapat banyak manfaat dan kemudahan melalui aplikasi Sayang Warga. Salah satunya adalah mempermudah peran KSH dalam kemajuan dunia teknolog digital.

“Alhamdulillah menurut KSH, aplikasi Sayang Warga membuat mereka sangat terbantu. Artinya ada kemudahan penggunaan dan adanya kedekatan dengan warga atau tetangga yang lainnya,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Selasa (23/8/2022).

Ia menjelaskan, para KSH mengakui bahwa belum ada program pengentasan kemiskinan dan pengangguran, yang dikembangkan melalui teknologi digital. Yakni, kehadiran aplikasi Sayang Warga yang dinilai sangat bersahabat bagi para KSH.

“Karena dengan adanya aplikasi ini dan adanya gerakan warga, maka mereka semakin dekat. Ini yang saya harapkan, tujuan saya membuat KSH adalah untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Serta, masyarakat bisa mengetahui kondisi kampungnya,” jelas dia.

Sebab, menurutnya, dengan adanya sinergi yang kuat, masyarakat Kota Pahlawan telah ikut menjadi bagian dalam pembangunan Kota Surabaya. “Ada slogan masyarakat jadi bagian pembangunan, masyarakat jangan jadi penonton di rumahnya sendiri. Nah ini, sehingga setiap anggaran pemerintah, kita bisa tahu, mana dan apa saja yang dibutuhkan masyarakat,” ujar dia.

Melalui para KSH, ia meyakini, kemiskinan di Kota Surabaya akan segera berakhir. “Saya ingin mengetahui KTP Surabaya dan non Surabaya berapa, yang tinggal di Surabaya dan tidak, berapa jumlahnya? Sehingga, saya bisa fokus membahagiakan warga Surabaya dan ini yang sedang saya lakukan dengan para KSH,” ungkap dia.

Lebih lanjut, ia menegaskan tengah fokus dan mengutamakan warga Kota Surabaya dalam setiap program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Ia mencontohkan, seorang warga yang sejak sepuluh tahun lalu tidak tinggal di Kota Surabaya, kemudian datang kembali ke Kota Pahlawan untuk meminta bantuan kepada Pemkot Surabaya.

Karenanya, ia meminta RT/RW, camat, lurah, dan KSH untuk saling berkoordinasi, serta melaporkan warga ber-KTP Surabaya yang tidak berada di wilayahnya selama beberapa tahun terakhir. “Kemudian, kalau ada warga luar Surabaya dan masuk kemari, saya juga tidak bisa langsung membantu memberikan intervensi. Tetapi nanti akan saya bantu, setelah warga Surabaya,” pungkasnya. (Q cox)

Reply