Wanita Cantik Ini Tak Berkutik Setelah Diciduk Satpol PP Tanbu

BATULICIN-KALSEL (Suarapubliknews) – Operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanah Bumbu (Satpol PP Damkar Tanbu) membuahkan hasil.

Giat operasi yang mengarah ke Hotel WH kawasan Kecamatan Simpang Empat, dini hari Rabu (13/11/19), akhirnya menemukan wanita cantik asal Banjarmasin yang diduga menjalankan transaksi terlarang di Hotel tersebut.

Bersamaan giat operasi dengan lokasi berbeda, 4 orang di duga PSK beserta pria hidung belang dan Mucikari turut digelandang ke Kantor Satpol PP guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Berdasarkan keterangan Kasatpol PP Damkar Tanbu melalui Kabid Hukum dan Perundang undangan Jaelani.SH menjelaskan. Bermula dilakukannya penggerebekan,pihaknya menyasar kesalahsatu Hotel WH yang di curigai ada tamu yang didisinyalir bukan pasangan resmi suami istri.

“Wanita ini berinisial AG sedangkan pasangan nya ND, Setelah kami ketok dan pasangan itu membukakan pintu ,ternyata pasangan ini tidak berkutik, kerena tak bisa membuktikan status keabsahan suami iatri. Mereka memang sedang ada transaksi haram berdua, “ujar Jaelani.

“Dia berdua mengakui bahwa dia baru saja melakukan hubungan seperti layaknya suami istri dan akhirnya kami amankan untuk segera di bawa ke kantor Satpol PP demi keterangan lebih lanjut,” lanjut Jaelani.

Sambung dia terangkan, AG menjalankan proses bisnis birahinya tidak sendiri dia dibantu seorang Mucikari. Dengan tarif 3 juta lebih,sang mucikari lebih leluasa melancarkan bisnis haram tersebut.

“AG juga punya mucikari berinisial YT sebagai penyalur jasa bisnis sek nya,setelah AG menghubungi YT itu agar datang menemuinya, dan setelah datang kami pun turut mengamankan YT untuk dimintai keterangan,” bebernya.

Diketahui, hasil giat Satpol PP, secara bersamaan juga menutup 2 Karoeke disekitar itu, sekaligus menggerebek pembuatan minuman Tuak sekitar ratusan liter dikawasan Kecamatan Simpang Empat. Kemudian dilanjutkan dengan pemusnahan. (q cox, Imran)

Reply