Wisatawan Petirtaan JOLOTUNDO Membludak di 1 Suro

Wisatawan Petirtaan JOLOTUNDO Membludak di 1 Suro

MOJOKERTO (Suarapubliknews) – Petirtaan Jolotundo yang berlokasi di Dukuh Balekambang, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, masih tetap menjadi magnet yang kuat bagi wisatawan, utamanya di malam dan 1 Suro penanggalan Jawa.

Lokasi wisata yang merupakan peninggalan pemerintahan Sri Isyana Tunggawijaya putri raja Medang (Mpu Sindok) dengan suaminya Sri Lokapala (bangsawan dari pulau Bali) ini, memang dipercaya sebagian orang bahwa air jernihnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Namun, wisatawan yang datang dari berbagai kalangan memiliki berbagai tujuan. Dan salah satu tujuan yang terkenal adalah melakukan ritual mandi untuk membersihkan diri dari sengkolo atau bencana atau kemalangan.

Oleh karenanya, bagi sebagian orang, petirtaan Jolotundo dianggap sebagai pemandian suci dan tidak sedikit yang melakukan ritual di lokasi tersebut.

Namun, tak sedikit pengunjung yang datang hanya sekedar untuk berwisata karena penasaran dengan situs peninggalan sejarah, lingkungan alamnya yang asri dan pemandiannya yang sejuk.

“Bagi saya, lokasinya sangat bagus, indah dan asri, udaranya juga sejuk. Bahkan hasilnya sangat bagus untuk selfie (swafoto),” ucap salah satu pengunjung milenial.

Hal ini yang membuat banyak orang tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mandi di komplek Candi Jolotundo yang mengalirkan sumber mata air segar dan jernih dengan kualitas terbaik.

Hingga berita ini dilansir, pengunjung masih terus berdatangan meski langit mulai gelap. Info yang didapat, masyarakat sekitar petirtaan Jolotundo akan menggelar kirab sesaji ruwatan yang dibarengi dengan pagelaran wayang kulit besok pada hari Rabu (3/08/2022)

“Arak-arak,ane (kirab) dari padukuhan (Balekambang) menuju ke lokasi petirtaan. Mulainya pagi dan ada wayang kulitnya juga. Cuma nggak tau, digelar siang atau malam hari,” ucap warga setempat kepada media ini. (q cox)

Reply