@womenpreneur.id, JCI East Java Ladies, 12 Designer Jatim Gagas Project Pengadaan APD

SURABAYA (Suarapubliknews) – Seperti yang diberitakan, beberapa rumah sakit kekurangan APD, karena masker yang kini mulai langka. Bahkan sempat viral di sosial media, baju hazmat digunakan oleh warga.

Padahal baju hazmat ini sebaiknya hanya dipakai oleh tenaga medis yang langsung menangani pasien virus corona. Hal ini mendorong @womenpreneur.id bersama JCI East Java Ladies (@jcieastjava) dan 12 designer wanita Jawa Timur menggagas program pengadaan APD.

Founder @womenpreneur.id Margaret Srijaya mengatakan berangkat dari kenyataan bahwa banyak teman2 medis yang kekurangan perlengkapan. Banyak dari mereka yang harus berjuang tanpa dilengkapi peralatan dan atribut yang memadai.

“Hal ini tentunya beresiko tinggi terpapar virus covid 19, padahal jumlah tenaga medis di Indonesia dibandingkan jumlah penduduk secara keseluruhan, sangatlah jauh. Kami, para wanita Indonesia, tergerak untuk ikut ambil bagian demi mendukung teman-teman medis yang ada di garda depan,” katanya.

Dalam project ini @womenpreneur.id JCI East Java Ladies (@jcieastjava) dan 12 designer wanita Jatim menggalang dana untuk pembelian bahan APD atau perlengkapan medis yang akan disalurkan kepada teman-teman medis sesuai dengan pengajuan dan surat resmi dari klinik/rumah sakit tempat mereka mengabdi.

“Ada 12 designer wanita Jatim yang turut mereancang dan menjahit baju hazmat yang nantinya akan disumbangkan. Baju hazmat yang dirancang menggunakan bahan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan teman – teman medis,” lanjut Margaret.

Salah seorang desaigner yang bergabung dalam akun instagramnya @lydiasiantaratelier mengatakan pertama kalinya Ia membuat baju siap pakai dan itu adalah baju hazmat. Yang dibikin super hati – hati agar sesuai dengan standart sebagai support para dokter yang berjuang. “Biar dokter dokter semakin semangat, Thank God for this opportunity,” tulisnya. .

Dalam akun instagramnya Margaret juga mengetuk hati setiap dari masyarakat untuk mau berbagi dan memberi, dalam bentuk dana. “Kiranya kita semua dapat melewati masa sulit ini dengan bahu membahu bersama-sama, Tuhan memberkati Indonesia dan kita semua,” tulisnya. (q cox, tama dinie)

Reply