Workshop ‘Gelari Pelangi’, Ketua TP PKK Provinsi Jatim Harapkan Jadi Upaya Peningkatan Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat

MALANG (Suarapubliknews) – Penguatan ekonomi masyarakat merupakan salah satu isu utama yang menjadi fokus pelaksanaan gerakan PKK. Hal ini dikarenakan aspek ekonomi menjadi aspek yang krusial dalam menunjang penghidupan masyarakat.

Untuk itu, Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur melalui Pokja II menyelenggarakan Workshop Gelari Pelangi (Gerakan Keluarga Indonesia Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi) di Harris Harris Hotel and Convention Malang, Selasa (1/11)..

Workshop ini berisi pelatihan terkait Teknik Desain Dan Pembuatan Kemasan Produk Makanan Minuman, Mekanisme, Prosedur Dan Persyaratan Perijinan Produk Makanan – Minuman, juga materi tentang Strategi Digital Marketing.

Ketua TP PKK Provinsi Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak mengatakan, workshop ini dilakukan untuk menjawab isu strategis terkait penguatan  ekonomi dan pendidikan keluarga. Dimana program ini merupakan program unggulan Pokja II guna mengakselerasi perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan dan ekonomi keluarga Indonesia.

“Jadi Gelari Pelangi ini menjadi bagian dari upaya kita Tim Penggerak PKK untuk menguatkan sektor ekonomi maupun pendidikan keluarga. Disini nanti ada berbagai pelatihan yang tentunya kita harapkan dapat meningkatkan peningkatan usaha ekonomi kreatif masyarakat, baik makanan minuman ataupun produk kreatif lainnya,” katanya saat membuka Workshop Gelari Pelangi Bagi Pokja II Dan Kader UP2K-PKK TP PKK Kab/Kota se-Jatim

Ruang lingkup program kerja Gelari Pelangi ini meliputi Gerakan gemar membaca, peningkatan kualitas pendidikan dan ketrampilan keluarga, penguatan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan potensi sumber daya yang dimiliki, serta pengembangan usaha peningkatan pendapatan keluarga UP2K-PKK dan pembentukan/pengembangan Koperasi PKK.

Sedangkan dalam Workshop Gelari Pelangi dalam Bidang Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Bagi Pokja II dan Kader UP2K – PKK Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota Se–Jawa Timur ini terdapat beberapa pelatihan. Seperti Teknik Desain Dan Pembuatan Kemasan Produk Makanan Minuman Untuk Peningkatan Daya Saing Produk.

“Tentunya materi ini sangat bermanfaat bagi Kader UP2K-PKK yang telah mempunyai produk industri makanan dan minuman. Dimana kesempatan ini sekaligus dapat konsultasi dengan Desainer Kemasan serta dapat melihat beragam jenis dan dimensi kemasan produk pada Mobil Kemasan,” lanjutnya.

Kemudian pelatihan Mekanisme, Prosedur Dan Persyaratan Perijinan Produk Makanan – Minuman, juga materi tentang Strategi Digital Marketing bagi Produk UP2K-PKK. Semua materi ini menjadi bekal Para Kader UP2K-PKK dan Ibu Bapak Pokja II Kabupaten/Kota sebagai Pembina, sebagai Fasilitator dan sebagai Motivator untuk menerapkan di Kabupaten/Kota setempat

“Dan ada satu lagi, sebagai sarana promosi pada Media Sosial (IG, FB, TikTok, dll) Para Kader UP2K-PKK yang membawa produk makanan – minuman akan difasilitasi Pengambilan Foto Produknya Oleh Para Talenta dari Millenil Job Centre (MJC). Setelah diedit akan diberikan kepda pemilik produk tersebut,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, Arumi berharap Pokja II dan Kader UP2K-PKK Kabupaten/Kota dapat menumbuhkembangkan usaha ekonomi produktif di kalangan masyarakat setempat. “Hal ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan keluarga secara optimal, melalui peningkatan kuantitas dan kualitas produk industri makanan minuman, pengemasan produk dan pengembangan jaringan pemasaran,” harapnya.

Menurutnya, upaya meningkatkan dan mengembangkan usaha Kader UP2K-PKK ini dapat dilakukan melalui pembuatan desain kemasan produk yang sesuai dengan jenis dan volume produk, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah produk dan memenuhi kebutuhan pasar.

Kemudian produk industri makanan minuman dapat dipasarkan melalui platform media sosial dan marketplace, mengembangkan Poksus UP2K-PKK Di Desa/Kelurahan, membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) binaan Tim Penggerak PKK setempat, dan membentuk Toko PKK yang dapat memfasilitasi/menampung produk dari Poksus UP2K-PKK.

“Kalau sudah jual di marketplace mohon diperhatikan nggih ibu-ibu antara nama toko dengan produk yang dijual juga ahrus sesuai. Saya seringkali dapat cerita, Bu kok setelah di marketplace jualan saya tidak laku? Ternyata waktu saya cek antara nama toko dan produknya tidak nyambung,” pungkasnya. (Q cox, tama dini)

Reply