Yayasan Paliatif Surabaya Sumbang APD Untuk Nakes Dan Petugas Pemulasaran Jenazah

SURABAYA (Suarapubliknews) – Melonjaknya kasus covid-19 pada gelombang kedua dengan merebaknya varian delta di Indonesia termasuk Surabaya, menggugah berbagai pihak untuk  memberikan bantuan. Diantaranya Yayasan Paliatif Surabaya Dan Komunitas Insan Paliatif Peduli Covid-19.

Ketua Umum YPS, Drg Lizza Hendriadi mengatakan pihaknya konsisten untuk bergerak dalam aktifitas sosial. Sebelumnya aktivitas donasi di awal pandemi tahun 2020 berupa sembako, APD dan air mineral ke Pemkot Surabaya.

“Kami menyadari bahwa di gelombang kedua pandemi tahun ini pasti lebih membutuhkan lagi bantuan untuk kebutuhan sehari-hari mereka dan juga dukungan alat kesehatan untuk para tenaga medis yang sama sama berjuang di tengah Pandemi Covid-19 ini,” katanya

Bantuan berupa 1000 paket air mineral, 50.000 alat medis serta APD dan 1000 Perlengkapan RS darurat diserahkan secara simbolis kepada Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, di halaman Balai Kota Surabaya.

“Saya juga mengajak semua lapisan masyarakat harus ikut berperan serta membantu pemerintah dalam mengurangi dampak negatif dalam sistem sosial dan ekonomi yang ada. Semoga Pandemi Covid-19 segera teratasi dengan kerjasama yang baik dari semua pihak,” tambah Lizza.

Direktur PT Mikatasa Agung (produsen Lem Rajawali) dan Cheers Alkaline Healthy Water Edwin Hendriadi, mengatakan semua lapisan masyarakat harus ikut berperan serta membantu pemerintah dalam mengurangi dampak negatif dalam sistem sosial dan ekonomi yang ada.

“Kami bersama Yayasan Paliatif Surabaya Dan Komunitas Insan Paliatif Peduli Covid-19, tergerak untuk membantu Pemkot Surabaya. Bantuan kali ini untuk dibagikan kepada rumah sakit, puskesmas, dan tenaga kerja kesehatan serta para petugas pemulasaran jenazah yang mulai terbatas dengan APD,” katanya.

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan terima kasihnya atas bantuan dari Yayasan Paliatif Surabaya Dan Komunitas Insan Paliatif Peduli Covid-19. Ia mengatakan sinergi ini sangat membantu dalam menangani pandemi covid-19. (q cox, tama dinie)

Reply