Akui Sebagai Kesalahan Pribadinya, Irvan Widyanto Kasatpol-PP Surabaya “Minta Maaf”

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Beberapa saat setelah media ini memuat pernyataan tegas dari Sukadar Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya terkait insiden adu mulut antara Armuji Ketua DPRD Surabaya dengan Irvan Widyanto Kasatpol-PP Surabaya, Pemkot Surabaya menggelar presscon di Kantor Humas pemkot Surabaya.

Saat presscon, Irvan Widyanto Kasatpol-PP Kota Surabaya yang saat ini namanya sedang ramai diperbincangkan didampingi Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Maria Theresia Ekawati Rahayu (Yayuk), Asisten Administrasi Umum Ir. Hidayat Syah, MT dan M Fikser Kabag Humas Kota Surabaya.

Terkait pemukiman di Medokan Semampir gang 5 RT 1 RW 8 Kelurahan Medokan Semampir Kecamatan Sukolilo, Irvan Widyanto menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan dua kali sosialisasi kepada warga pada saat di kelurahan Medokan Semampir.

“Kita menjelaskan tentang status, kedudukan hukum dan menjelaskan bahwa disitu ada aset pemkot yang dibuktikan dengan sertifikat, seperti yang dijelaskan bu Yayuk tentang batas mana yang pasti. Yang mana pada pengembalian batas kemarin belum bisa masuk karena berada dirumah warga,” terang Kasatpol PP kota Surabaya.

Mantab Kabag Pemerintahan ini juga menerangkan jika pada agenda rapat terahkir dikantor kelurahan Medokan Semampir, telah bersepakat untuk menentukan hari, terkait kapan BPN akan melakukan “penandaan batas”.

“Jadi, sekali lagi, dalam rapat kami sama sekali tidak berbicara tentang penertiban apalagi bahasa kasarnya pengusuran, kita belum sampai kesana dan itu bisa dibuktikan, misalnya mengatakan, eh kamu kita kasih surat dalam 7 x 24 jam atau tujuh hari, kamu harus membongkar sendiri dan kita belum sampai kesana,” terangnya.

“Jadi kita tidak bicara masalah penertiban sama sekali, justru kita mensosialisasikan tentang keberadaan rusun Keputih yang sudah jadi,” Imbuhnya.

Disinggung soal insiden adu mulut dengan Armuji Ketua DPRD di ruang rapat Komisi A DPRD Surabaya, dengan besar hati Irvan Widyanto mengakui jika kejadian tersebut adalah murni kesalahan pribadinya.

“Pertama sekali saya minta maaf sebesar besarnya kepada seluruh warga kota surabaya dan Ibu Walikota atas kejadian yang tidak pantas tersebut, sehingga terjadi peristiwa ini, karena kemarin murni dari pribadi saya, kalau memang ada yang dipersalahkan itu murni pribadi saya. Tidak terkait dengan kelembagaan, institusi, apalagi melecehkan institusi dan sebagainya. Itu semata mata reaksi saya secara pribadi,” akunya. (q cox)

Reply