Dampingi Gus Ipul, Sosok Puti G Soekarno jadi Perekat Kader PDIP se Jatim

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Keputusan DPP PDI Perjuangan menyodorkan nama Puti Guntur Soekarno menjadi pendamping Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ternyata disambut baik oleh partai koalisi PKB, yang dengan cepat mengeluarkan rekom untuk keduanya.

Pasangan yang dinilai bisa mewakili kaum nasionalis dan agamis di Jatim ini sedianya bakal mendaftarkan ke KPU Jatim sebagai peserta Pilkada 2018 hari ini (10/1/2018) pukul 19.00 wib.

Adi Sutarwijono ketua Bapilu DPC PDIP Surabaya mengatakan, jika sosok Puti dianggap bisa menjadi perekat seluruh kader di Jatim, karena menyandang nama besar yakni trah Soekarno.

“Pasangan kali ini memang beda dengan sebelumnya, karena kami sangat yakin jika mbak Puti bakal menjadi penyemangat dan perekat serta soliditas seluruh kader PDIP di Jatim, karena cucu pendiri bangsa dan negara ini menyandang nama besar panutan kami yakni Soekarno,” ucapnya dengan senyum yang lebar. Rabu (10/1/2018)

Berikut adalah secuil biografi Puti Guntur Soekarno,:

Nama lengkapnya adalah Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri  lahir di Jakarta, 26 Juni 1971

Umur 46 tahun dan lebih dikenal dengan Puti Guntur Soekarno ini adalah seorang anggota DPR periode 2009–2014 dan 2014−2019.

Puti adalah cucu dari Presiden Pertama RI, Soekarno dari anak pertamanya Guntur Soekarnoputra.

Berbeda dengan ayahnya, saat ini Puti memilih terjun ke politik dan bergabung dengan PDI Perjuangan, dan saat ini menjadi anggota dewan komisi X DPR periode 2009-2014. Namun dia juga masih aktif menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan Fatmawati dan Ketua Yayasan Wildan.

Terjunnya Puti dalam karir politik adalah sebuah proses. Dari sisi akademis, Puti menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (UI) yang pada akhirnya memperkaya wawasan politik.

Dia memilih terjun ke politik karena merasa ada kesiapan secara eksternal dan internal. Secara internal keluarga mendukung dan mengerti. Dari hubungan eksternal, dia resmi ikut satu partai, PDIP. Hal tersebut yang membuatnya mantap.

Selain itu alasan pendorong terjun di bidang ini karena masih banyak yang harus diperbuat untuk bangsa ini. Puti sangat mengagumi kakeknya, Soekarno.

Bagi dia, pikiran Soekaro sangat relevan. Apa yang dikatakan baik sebagai negarawan atau seniman terjadi di era sekarang ini.

Sehingga Puti menganggap jika PDIP mempunyai nilai yang pasti. Partai ini yang bisa membawa aspirasi untuk rakyat. (q cox)

Reply