Diduga Abal Abal, Polisi Perlu Lidik Website dan Perusahaan Travel Sharon Wisata Tour

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Kecanggihan teknologi saat ini memang bisa mempermudah segalanya. Namun akan fatal jika digunakan oleh tangan-tangan jahat seperti website yang dikelola oleh perusahaan travel milik Shantio Budi dengan label Sharon Wisata Tour.

Betapa tidak, perusahaan travel yang menyediakan beberapa layanan yang berkaitan dengan tour wisata dan tiket ini diduga kuat telah mengorbankan ratusan calon pengguna jasanya yang telah melunasi pembayarannya.

Hasil penelusuruan media ini, pemilik perusahaan bernama Shantio Budi, ternyata telah meninggalkan rumah kontrakan yang sekaligus digunakan sebagai kantornya tanpa pamit di kawasan The Greenlake Citraland Wiyung, karena sering didatangi orang.

“Sudah meninggalkan rumah itu sekitar dua bulan lalu, itupun tanpa pamit, setahu kami memang banyak didatangi orang yang katanya menagih janji pemberangkatan paket tour yang diselenggarakan oleh perusahaan itu,” ucap salah satu Satpam The Greenlake Citraland, saat ditemui media ini. Sabtu (13/10/2018)

Paket wisata tour yang ditawarkan salah satunya tujuan Bangkok, Thailand, yang sesuai jadwal harus berangkat tanggal 21 September 2018 lalu, ternyata ditunda tanpa pemberitahuan dan belakangan menawarkan refund (biaya dikembalikan) namun tak kunjung di realisasikan.

“Saat minta pelunasan pembayaran paket tour nya senilai hampir 5 juta, si Budi ini tiap hari japri ke saya agar segera diselesaikan dengan alasan segera didaftarkan pemberangkatannya, tapi setelah dilunasi via transfer, ternyata tanda terimanya juga tidak dikirim-kirim, saat ditanyakan banyak sekali alasannya,” ucap salah satu korban yang tidak bersedia disebut namanya.

Sumber mengatakan masih khusnudzon (berfikir positip), namun setelah menyampaikan penundaan pemberangkatan, malah belakangan menawarkan refund, dan justru tidak ada realisasinya.

“Saat itu lah saya mulai curiga, karena menyampaikan penundaan itu saja setelah kami mendesak soal kapan kepastian pemberangkatannya, jadi bukan pemberitahuan resmi layaknya perusahaan yang profesional,” tandas sumber.

Sumber mengaku belum melakukan laporan terkait kejadian yang menimpanya ke Polisi dengan alasan menunggu korban-korban yang lainnya.

“Kami berharap perusahaan travel tersebut menjadi perhatian dan diselidiki aparat hukum sebelum jumlah korbannya bertambah, karena menurut pak Diki (mertua korban), menantunya ini memang nakal dan korbannya sudah mencapai ratusan, bahkan rumah tangga dengan anak perempuannya juga resmi bubar di bulan ini, Sharon itu nama anaknya,” imbuh sumber yang ternyata kawan dekat mertuanya Shantio Budi.

Untuk diketahui, setelah kejadian ini ternyata website Sharon Wisata Tour sempat hilang, namun beberapa hari belakangan kembali muncul dengan tawaran yang sama yakni paket tour dan tiket, namun dengan alamat kantor yang berbeda yakni jalan citra utama lidah kulon I Blok C6/1, Lidah Kulon, Lakarsantri, Kota SBY. (q cox)

Reply