Dinilai Menghina Ulama, Garda Bangsa Surabaya Desak Reny Widya Lestari Minta Maaf

SURABAYA (Suarapubliknews) – Ungkapan Reny Widya Lestari yang dilansir melalui akun pribadi media sosialnya (FB) terkait pernyataan KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq, ternyata mendapatkan respon tegas dari Garda Bangsa Kota Surabaya.

Pernyataan tegas ini disampaikan Mahfud Ketua Garda Bangsa Kota Surabaya, bahwa ungkapan Reny melalui medsos dinilai tidak berdasar bahkan mengarah kepada tindakan penghinaan kepada ulamanya.

“Dia itu kan nggak paham istilah rembes itu apa, artinya yang dimaksud Gus Muawafiq itu Rosul juga memiliki sisi manusia meski beliau mempunyai keistimewaan tersendiri. Kami juga mengakui itu, tetapi sebagai manusia ya sama seperti kita. Seperti yang contohkan, ya pernah umbelen dan sebagainya di masa kecilnya,” ucap Mahfud kepada media ini. Kamis (05/12/2019)

Tetapi yang perlu dicatat, kata Mahfud, apa yang disampaikan Gus Muawafiq itu juga berdasarkan referensi kitab lain. Artinya tidak asal bicara.

“Apalagi Gus Muwafiq sudah juga meminta maaf jika pernyataan itu jika dinilai mencederai sebagian umat Islam. Nggak mungkin ulama sekelas beliau berani berbicara di depan publik tanpa dasar yang jelas. Tentu ada referensinya,” jelasnya.

Anggota DPRD Surabaya asal Fraksi PKB ini mengatakan jika semua pihak memang bebas berpendapat, tetapi tidak dengan kalimat yang mengandung makna penghinaan.

“Silahkan berpendapat yang lain, tetapi tidak dengan menghina ulama kami. Bila diperlukan, ayo kita Tabayun. Kita selesaikan dengan cara apapun kami siap, baik itu secara akademis dan logika maupun adat. Intinya kami siap tok,” tandasnya.

Oleh karenanya, Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya ini meminta kepada pemilik akun FB atas nama Reny Widya Lestari, untuk segera meminta maaf secara terbuka.

“Kalau ngomong atau bermedia sosial itu dikontrol. Apalagi tidak memahami maksudnya. Karena ini hal yang sensistif. Gus Muwafiq itu ulama, nggak sembarangan ngomongnya. Kami berdiri dibelakang Gus Muwafiq, dan meminta kepada Reny untuk meminta maaf. Itu wajib. Karena tidak berdasar dan cenderung ngawur itu,” pintanya.

Dikonfimasi media ini, pemilik akun FB atas nama Reny Widya Lestari yang ternyata adalah Ketua DPC IWAPI Kota Surabaya ini mengatakan jika ungkapan yang maksud telah dihilangkan dari beranda akun Fbnya, setelah dikontak langsung oleh Kiai nya.

“Buat apa permohonan maaf. Aku ngga merasa ada yang salah ?!! Jangan baperan,” jawab Reny kepada media ini via DM ponselnya.

Reny memang mengaku jika dirinya menyayangkan pernyataan yang disampaikan Gus Muwafiq, karena dianggap bisa memicu umat Islam. Dan ungkapannya di medsos sebenarnya adalah candaan biasa.

“Tapi asli aku ngga paham, ngapain Gus Muwafiq bilang Nabi rembes. Iku lak memicu umat Islam siiihhhh. Trus kubalas komen lucu, jan Jan e Sing ketok rembes Yo Sing ngomong. Lha pasti Nek ono Gus Muwafiq palingo Yo dibalesi opo diguyoni. Iku kultur NU,” tuturnya.

Menurut Reny, tak sedikit akun di FB yang memberikan tanggapan lebih keras daripada dirinya. Dan meminta kepada semua pihak untuk tidak baperan.

“Akeh guyone Nek sitik2 kobong, sitik2 ngamukan ojok2 kurang Ngopi. Aku dapat dari FB juga….Lebih ngeri kan? Jadi wes ngga usah Baperan. Wes ku hapus karena aku menghormati permintaan Kiai ku utk yg damai damai saja dan persaudaraan .” pungkasnya. (q cox)

Reply