Ini Catatan DPRD Surabaya Saat Berkunjung ke Frankfurt-Jerman

FRANKFURT-JERMAN (Suarapubliknews.net) – Anggota DPRD Surabaya bertolak ke Kota Frankfurt yang merupakan pusat keuangan dan transportasi serta pusat finansial terbesar di benua Eropa, namun masih berada di Konfederasi Jerman.

Kabar ini disampaikan Vinsensius Awey melalui jejaring sosial yang diposting beberapa jam lalu Kamis (26/10/2017) dengan status CATATAN PERJALANAN KE FRANKFURT ( I ). Dan sesuai keterangan dan foto yang diposting, terlihat beberapa anggota Komisi C dan unsur pimpinan DPRD Surabaya.

Berikut adalah catatannya. Rombongan bertolak ke Kota Frankfurt melalui bandara Juanda Surabaya menuju Ngurah Rai Bali, menumpang pesawat Qatar Airways, yang kemudian transit Doha Qatar untuk terbang tujuan Frankfurt Jerman.

Sampai di Frankfurt sekitar pukul 07.00 waktu setempat, dan rombongan langsung menuju ke gedung KJRI (Konsulat General Republik Indonesia) di Zeppelinallee 23 Frankfurt am Main, Jerman.

Kedatangan delegasi asal Kota Surabaya ini disambut oleh Ibu Wahyu Hersetiati KJRI Frankfurt dengan ucapan selamat datang karena akan mengikuti pelatihan terkait “City Development in the 21 st century : the Green City & Transportation System” di Institut ISW (Internationales Studienzentrum Wittschaft) kota Freiburg.

Awey menceritakan jika ibu Konjen meminta rombongannya untuk mendalami sistem pendidikan di Jerman yang terkenal dengan istilah Dual Education System, karena pemerintah Jerman jika kondisi sebelumnya banyak pelajar lulusan disana secara umum belum kompeten sesuai dengan bidang studinya.

Dengan penerapan pendidikan dual system ini, telah terjadi perubahan yang sangat mendasar yakni pelajaran teori di sekolah dan praktek kerja di perusahaan mendapatkan bobot yg sama. Artinya praktek ketrampilan harus mendapatkan prioritas dengan jumlah waktu yang lebih lama dari pada hanya pembelajaran di kelas saja.

Tidak hanya itu, Dual system Jerman ini berupaya mewujudkan siswa yang mempunyai kompetensi bertindak. Pelaksanaan Dual Sistem Jerman yang disesuaikan dengan kondisi yang ada akan menjadikan pendidikan lebih terang, jelas, dan kongkret menjadi pendidikan kejuruan sebagai program untuk mempersiapkan siswa benar-benar kompeten siap bertindak untuk memasuki suatu lapangan pekerjaan dan dapat mengembangkan diri dalam suatu pekerjaan.

Aspek yang penting pada pendidikan kejuruan yaitu kualifikasi tamatan menjadi siswa kompeten bertindak yang berarti siap langsung bekerja, penjelasan aspek Kompetensi siswa lulusan harus dapat memenuhi standard kompetensi yang ada.

Pemahaman kompetensi sering keliru karena tidak berarti hanya kemampuan menyelesaikan suatu tugas, tetapi harus dilandasi pula bagaimana serta mengapa tugas itu dikerjakan, merupakan rumusan tentang kemampuan bertindak yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan suatu tugas/pekerjaan yang dilandasi oleh ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan kriteria unjuk kerja dipersyaratkan.

Lulusan siswa yang memiliki kompetensi berarti siswa tersebut telah mempunyai kemampuan bertindak sesuai standar kompetensi pada bidang studi yang dipilih siswa tersebut, itu berarti siswa tersebut akan memahami bagaimana siswa dapat mengerjakan suatu tugas/pekerjaan secara utuh, bagaimana siswa dapat mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan dengan benar dan apa yang harus dilakukan oleh siswa bilamana terjadi sesuatu yang berbeda dengan rencana semula.

Di Jerman, semua anak berusia 6 tahun ke atas wajib mengikuti pendidikan sampai tingkat menengah. Di setiap area terdapat sekolah-sekolah negeri yang dikelola oleh pemerintah. Sekolah-sekolah tersebut punya standar yang tinggi dan 100% gratis.

Pendidikan dan pelatihan kejuruan atau vokasi dapat perhatian ekstra di Jerman. Ini salah satu cara menghubungkan SDM dengan kebutuhan dunia kerja. Dampaknya, tingkat pengangguran di Jerman menjadi salah satu negara yang paling rendah di Eropa pada khususnya dan di dunia pada umumnya.

Karena sejak tingkat sekolah menengah, sudah terjadi diversifikasi jenis pendidikan. Ada banyak jenis sekolah menengah, dari yang murni menyiapkan siswa untuk jenjang universitas, yang menyiapkan siswa untuk mendalami bidang tertentu sesuai minat dan bakat, juga gabungan jenis-jenis tersebut.

Di sekolah kejuruan, selain ilmu pengetahuan inti, siswa dibekali dengan teori dan praktik di bidang yang didalami. Ada ratusan jurusan yang bisa dipilih, contohnya teknik, bisnis, musik, bahasa, seni, keperawatan, dan lain-lain.

Sebagian besar institusi pendidikan kejuruan menggabungkan kegiatan belajar paruh waktu (part-time) di kelas dan praktik magang di perusahaan. Program ini yang dikenal sebagai “dual education system” karena pendidikan berlangsung di dua setting yang saling melengkapi.

Perusahaan bersama pemerintah (Pendidikan) di Jerman juga ikut menyusun kurikulum pelajaran yg ada. Program yang diikuti oleh sekitar 60% pemuda di Jerman ini berlangsung selama 2-3 tahun, diakhiri dengan ujian negara untuk menentukan kelulusan.

Catatan yang paling menarik, perusahaan di Jerman diwajibkan oleh pemerintah untuk menerima dan melatih bahkan memberi uang saku pada para peserta (Siswa) magang. (q cox)

Reply