Ini Pesan Menteri LH di Acara Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke 36 Pemkab Tanbu

TANAH BUMBU (Suarapubliknews) – Hutan merupakan ekosistem yang sangat berpengaruh terhadap lingkungan hidup manusia. Untuk itu perlu adanya perjuangan dan tindakan semua pihak dalam upaya melestarikan hutan yang ada.

Hal ini dikatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia melalui sambitan tertulis yang dibavakan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu H. Rooswandi Salem.M.Sos.MM dalam Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke 36 di
Halaman Kantor Bupati Tanah Bumbu, Senin (18/03/2019) pagi.

Disebutkan, tercatat dari kurun waktu yang panjang, sejak hutan regester dan Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK), hingga hutan menurut konsep tata ruang telah terjadi evolusi kawasan hutan di Indonesia.

“Hingga saat ini telah terjadi evolusi terhadap kawasan hutan yang ada. Tercatat pada tahun 1978 hutan Indonesia seluas 147 juta hektar dan berkurang pada tahun 1999 menjadi 134 juta hektar. Dan terus terjadi penurunan hingga pada tahun 2009 menjadi 126 juta hektar hingga sekarang,” jelasnya dihadapan SKPD Pemkab Tanbu saat Apel tersebut.

Lebih lanjut dikatakan, Pemerintah diera kepemimpinan Presiden RI, H. Joko Widodo terus melakukan langkah-langkah korektif bidang kehutanan dan lingkungan.

Pokok-pokok koreksi yang dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo di bidang kehutanan difokuskan pada upaya penataan ulang alokasi sumber daya hutan dengan mengedepankan izin akses bagi masyarakat dengan hutan sosial dan implementasi secara efektif moratorium penerbitan izin baru di hutan alam primer dan gambut.

“Disamping itu Pemerintah juga melakukan moratorium izin baru perkebunan sawit selama 3 tahun sejak November 2018 dan melakukan pengawasan pelaksanaan izin dan mencabut HP yang tidak aktif serta mendorong kerjasama hutan sosial,” pungkasnya.

Diakhir sambutanya, Ia menghimbau seluruh rimbawan untuk menjadikan Hari Bhakti Rimbawan tersebut sebagai momentum untuk melakukan refleksi, inspirasi, motivasi dan inovasi dalam kiprah kerja dibidang lingkungan hidup dan kehutanan, sehingga hutan dapat terjaga dan lestari yang akan membawa kesejahteraan bagi bangsa.

Untuk diketahui, Hari Bhakti Rimbawan diperingati setiap tanggal 16 Maret. Kegiatan tersebut sudah dilaksanakan sejak tahun 1983. Kegiatan tersebut merupakan wejud kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan. Biasanya kegitan juga dirangkai dengan kegiatan-kegiatan positif, seperti penanaman pohon bersama dan kemah bhakti di hutan.(q cox, Imran).

Reply