Mengenal Sosok “Achmad Firdaus Assabil”, Atlet Panahan Cilik Berprestasi Asal Surabaya

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Salah seorang atlet panahan cilik Kota Surabaya Achmad Firdaus Assabil yang kini berusia 12 tahun mampu menorehkan banyak prestasi di berbagai ajang kejuaraan.

“Saya menekuni Cabang Panahan ini sekitar setahun,” kata Assabil, siswa SD Al Hikmah Surabaya kelas 6 saat ditemui di Lapangan Panahan KONI Jatim.

Meski usianya masih muda, namun sejumlah medali telah diraihnya. Ia menceritakan, beberapa prestasi yang pernah dicapai di Cabang Olahraga Panahan, di antaranya, Juara 1 Surabaya Eksebition Program di Tahun 2016, Juara 2 Bogor Open 2017.

“Di Bogor Open ini, saya berkesempatan memanah bersama Pak Presiden Jokowi,” ujarnya.

Selain itu, Juara 2 Surabaya Internasional junior Champhionship Tahun 2017, Juara 1 Piala Walikota Kediri Tahun 2017, dan Juara 2 Surabaya Eksebition Stage 2 Tahun 2017. Terakhir mendapatkan 2 medali perak dan 1 perunggu pada Pekan Olahraga SD/MI se- Jawa Timur di Lumajang.

Assabil mengatakan ketertarikannya menekuni olahraga memanah, setelah menyaksikan Film “The Message” yang menceritakan perjalanan dakwah Nabi Muhammad SWA, dan diinspirasi oleh prestasi atlet Panahan Indonesia yang mampu mengalahkan rangking satu dunia Panahan di Olimpiade Rio De Janeiro 2016.

“Waktu itu jadi trending topik dan viral. Itu yang juga membuat saya tertarik (Panahan),” ujar siswa yang selalu meraih rangking satu di kelasnya.

Putra Achmad Basjori dan Retno Mardiningsih ini tidak hanya atlet berprestasi di cabang olahraga panahan, namun di bidang akademik, Assabil juga mampu menorehkan sederet prestasi.

Beberapa prestasi tersebut, yakni Jauara Harapan Olimpiade Science Tahun 2017, juara 3 Lomba Pidato Se-Surabaya, Juara lomba Tahfidz dan cerdas cermat tentang agama, Juara Pildacil (Pemilihan Dai Cilik Se- kecamatan Gayungan, Juara 2 Show and Tell yang diselengarakan Lembaga Indonesia Amerika.

Ia menyampaikan agar bisa meraih prestasi di bidang olahraga dan akademik harus fokus. “Jika di sekolah tidak boleh mikir panahan, sebaliknya waktu latihan gak usah mikir sekolah,” katanya.

Assabil mengatakan, di cabang olahraga panahan merupakan ajang adu mental antar atlet. Berdasarkan pengalamannya, banyak atlet sewaktu pertandingan tembakannya jatuh, karena berambisi menang demi meraih hadiah. Padahal, olahraga panahan memerlukan konsentrasi dan kefokusan.

“Tetap tenang, tidak boleh mikir hadiah, yang kita pikirkan kebanggaan dan kesuksesan tim,” katanya.

Ia mengakui harus pandai membagi waktu agar bisa sukses di olah raga panahan dan akademik. Karena kesibukannya di sekolah, waktu latihan di lapangan panahan KONI Jatim hanya 2 kali seminggu. Padahal, sesuai standar porsi latihan  seminggu sebanyak 5 kali.

“Untuk itu, saya juga latihan di rumah,” kata Assabil yang bercita-cita menjadi perakit pesawat terbang seperti Presiden Ketiga RI BJ Habibie

Pelatih Panahan, Huda Sarbiantoro mengaku, dirinya memberi Assabil  porsi latihan di rumah, karena kesibukannya di sekolah yang menyebabkan waktu berlatihnya di lapangan yang terbatas. Namun demikian, dirinya terus memantau perkembangan selama yang bersangkutan berlatih di rumah.

“Sebenarnya kalau ingin maksimal lebih baik latihan di sini (Lapangan KONI Jatim),” ujarnya.

Namun, Huda mengakui Achmad Firdaus Assabil adalah atlet berpotensi karena memiliki fisik dan mental bertanding yang bagus. Ia optimistis, Assabil bisa menjadi atlet panahan andalan jika tekun berlatih. (q cox)

Reply