Parramatta Situs Cagar Budaya Yang Terintegrasi Dengan Menara Hunian Modern

JAKARTA (Suarapubliknews.net) – Lama tersembunyi di bawah tanah, reruntuhan Reruntuhan bekas rumah tahanan dan hotel yang terpelihara dengan baik di Australia akan dipamerkan bagi masyarakat umum untuk kali pertamanya setelah 200 tahun.

CEO Crown Group, Iwan Sunito, saat peresmian pusat baru peninggalan sejarah Parramatta bersama Kepala Pemerintahan Negara Bagian NSW, Gladys Berejiklian mengatakan bahwa V by Crown Group telah menetapkan sebuah standar baru dalam integrasi ruang publik dan pribadi dalam pembangunan hunian.

“Saat kami mengakuisisi situs ini di Parramatta kami langsung tahu bahwa kami harus membuat bangunan yang benar-benar istimewa. Situs ini terletak di persimpangan utama dari CBD Parramatta yang sedang tumbuh dan kami tahu ini harus menjadi desain yang luar biasa untuk masa depan, sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya,” katanya.

Selama ini tersembunyi di bawah tanah, reruntuhan rumah tahanan tahun 1800an dan gudang bawah tanah di salah satu pub tertua di Parramatta yang dibangun pada tahun 1801, Wheatsheaf Hotel, ditemukan pada saat proses pembangunan menara hunian baru di 45 Macquarie Street.

Wheatsheaf Hotel (1801-1809) terletak di “Western Road” di Parramatta dan telah menjadi salah satu bangunan besar pertama yang dapat terlihat ketika memasuki area kota dari arah barat antara tahun 1801 dan 1810. Selama proses penggalian terungkap bahwa Wheatsheaf Hotel dahulu adalah reruntuhan hotel tertua di Australia.

Arkeolog juga menemukan sumur yang pernah digunakan untuk mengakses air minum, bengkel yang digunakan untuk membuat roda untuk gerobak tahun 1800-an dan oven roti yang digunakan untuk membuat roti dalam jumlah besar juga ditemukan di samping piring makan, mainan anak-anak, botol dari abad ke-19 dan ratusan artefak yang ikut dipamerkan.

Setelah proses penggalian selesai, situs yang sensitif tersebut dilindungi dengan sebuah kanopi beton yang memungkinkan pembangunan menara apartemen setinggi 590 terus dilanjutkan, dan kemudian situs sejarah ini diabadikan menjadi ‘Philip Ruddock Heritage Centre’ yang baru, dan akan dibuka untuk umum setiap hari.

Walikota Hornsby Philip Ruddock yang namanya diabadikan dalam situs ini mengatakan bahwa dia merasa sangat terhormat mengetahui pusat peninggalan sejarah tersebut yang mengabadikan namanya.

“Crown Group telah melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk proyek ini dan saya bangga mengetahui bahwa nama saya digunakan untuk situs ini. Ini sangat mencerminkan pandangan saya tentang pembangunan, kita perlu terus melangkah maju, namun pada saat bersamaan sangat penting untuk mempertahankan warisan kita,” tutupnya. (q cox, Dn)

Reply