Peacock Air Tujuan Hongkong Pecah Ban, Tewaskan 30 Penumpang

SIDOARJO (Suarapubliknews.net) – Pesawat Peacock Air dengan kode penerbangan JBL-095 tujuan Hongkong mengalami kecelakaan di Bandara Juanda Surabaya, Kamis (15/3/2018) malam. Pesawat jenis Airbus 330 seri 200 tersebut mengalami kegagalan saat melakukan take off dari runway 10 Bandara Juanda sekitar pukul 21.00 WIB.

Direktur Operasi Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose mengatakan pesawat yang membawa 210 orang penumpang dan 11 kru itu tiba-tiba mangalami pecah ban sebelum mengudara serta menyebabkan 30 orang meninggal dunia, namun itu adalah bagian dari Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Dirgantara Raharja ke-95 yang diselanggarakan oleh PT Angkasa Pura I (Persero).

“Kejadian darurat dapat terjadi kapan pun juga. Latihan PKD kali ini dilaksanakan pada malam hari guna melatih kesigapan para personel serta kesiapan peralatan pendukung untuk menguji fungsi koordinasi, komunikasi, komando, serta sinkronisasi antarunit dan instansi sesuai dengan Dokumen Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara (Airport Emergency Plan Document), Dokumen Program Keamanan Bandar Udara (Airport Security Programme Document), serta Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku di bandara,” katanya.

Latihan yang digelar di Bandara Juanda ini merupakan simulasi berskala besar (full scale exercise) berkonsep“one day three exercise. Selain latihan yang berkaitan dengan kecelakaan pesawat terbang (aircraft accident exercise), dilakukan pula latihan terkait penanganan kebakaran gedung (fire building exercise) dan latihan terkait penanganan bom dan ancaman keselamatan penerbangan (aviation security exercise).

Uniknya, latihan PKD yang digelar di Bandara Juanda ini merupakan latihan pertama yang dilaksanakan pada malam hari. Latihan ini melibatkan 646 personel yang terdiri dari Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee, yang berasal dari Angkasa Pura I, TNI/Polri, Jihandak dan Kopaska, Perum LPPNPI, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan rumah sakit serta puskesmas sekitar, DVI Polda Jatim, SAR Surabaya, Kantor Imigrasi Surabaya, Kantor Bea Cukai Juanda, tim pemadam kebakaran, serta kru maskapai dan groundhandling.

Latihan PKD Dirgantara Raharja ke-95 di Bandara Juanda merupakan latihan yang pertama dari tujuh latihan PKD yang rencananya akan digelar oleh Angkasa Pura I di tahun 2018 ini. Di samping ketiga latihan inti tadi, dalam kesempatan ini juga dilakukan simulasi skenario penanganan pasca kejadian, meliputi penanganan terhadap keluarga korban melalui simulasi greeters meeters dan penanganan terhadap media (media handling).

“Diharapkan melalui latihan ini, masing-masing stakeholder di Bandara Juanda ini dapat menguji, melatih, sekaligus memantapkan kemampuan personel sesuai dengan bidang tugas masing-masing dalam rangka penanggulangan keadaan darurat penerbangan,” tambah Wendo.

General Manager Bandara Juanda Heru Prasetyo menambahkan pihaknya sebagai pengelola bandara berkomitmen untuk senantiasa mengedepankan pelayanan maksimal kepada pengguna jasa bandara dengan mengutamakan aspek dasar yang meliputi 3S+1C, yaitu Safety, Security, Service, dan Compliance.

“Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama karena terkait dengan keselamatan jiwa manusia. Untuk itulah latihan semacam ini dilakukan,” tutupnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply