Pemkot Surabaya Bagikan Alat Kebersihan Untuk 31 Kecamatan dan 154 Kelurahan

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Menganggap bahwa “kebersihan” kantor sangat berpengaruh terhadap pelayanan, maka mulai hari ini Sabtu (3/3/2017), Pemkot Surabaya mendistribusikan berbagai jenis alat kebersihan ke seluruh Kecamatan dan Kelurahan se Surabaya.

Kabar ini disampaikan Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Eddy Christijanto, bahwa seluruh kantor Kecamatan dan Kelurahan se Surabaya bakal mendapatkan pembagian berbagai alat kebersihan seperti Sapu lantai, Sulak, Sulak sawang, Alat pel dan Carbol.

“Bu wali memberikan bantuan alat kebersihan untuk 31 camat dan 154 Kelurahan. Hari ini sudah distribusikan melalui Bagian Administrasi Pemerintahan dan Otoda,” terangnya kepada media ini.

Menurut Eddy, alat kebersihan yang mulai dibagikan itu berupa Sapu lantai 370, Sulak 185, Sulak sawang 185, Alat pel 185, dan Carbol 50.

“Saya sudah kondisikan teman-teman untuk mengambil ke kediaman dengan meminjam mobil jenis pic up bagian umum,” terangnya kepada media ini. Sabtu (3/3/2017)

Saat ditanya, apakah tindakan ini berkaitan dengan sidak Wali Kota Tri Rismaharini ke kantor Kecamatan Tandes Surabaya yang didampingi Muhammad Najib Wahito, Koordinator Supervisi KPK. Dan ternyata videonya menjadi viral di berbagai media sosial, Eddy menjawab “Kemungkinan iya,” sahutnya singkat.

“Ini amanat Ibu Walikota kepada Camat dan Lurah agar menjaga kebersihan dan keamnaan kantor. Dengan kantor yang bersih dan aman akan berdampak pada peningkatan pelayanan pada masyarakat,” tandasnya.

Untuk diketahui, beberapa hari lalu Rabu (28/2/2018), Tri Rismaharini mendadak mampir ke Kantor Kecamatan Tandes, Surabaya usai mengecek kondisi proyek Box Culvert di daerah tersebut.

Saat sidak, ternyata Risma tidak sendirian karena didampingi Muhammad Najib Wahito, Koordinator Supervisi KPK yang sengaja mengikuti kegiatan Wali Kota Surabaya ini. Dan mendapati Kantor Kecamatan Tandes dalam kondisi kotor.

Tidak hanya itu, beberapa infrastruktur di dalam kantor menurut Risma juga tak sepantasnya di dalam gedung Kecamatan.

Melihat beberapa bagian kantor yang kotor, berdebu, dan infrastruktur yang tidak layak, Risma naik pitam dan marah. Selang beberapa saat, para staf kecamatan yang baru datang pun kena marah karena kantor mereka jorok.

Risma langsung memanggil Dinas Kebersihan untuk mengirim personil lewat saluran HT untuk membersihkan kantor kecamatan yang dinilainya kurang bersih tersebut. (q cox)

 

 

Reply