Persebaya Kalah di Kandang, Suporter Mengamuk

SURABAYA (Suarapubliknews) – Kekalahan dengan skor 2-3 melawan PS Sleman, membuat ribuan suporter mengamuk, Selasa 929/10). Begitu wasit meniup peluit penjang tanda berakhirnya pertandingan, suporter masuk ke lapangan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

Suporter turun dari tribun dan secara bersamaan merangsek ke dalam stadion. Mereka meneriakkan kata-kata umpatan yang menyatakan ketidakpuasan atas permainan yang disuguhkan para pemain Persebaya. Mereka juga melampiaskan kekecewaan karena tim Bajul Ijo kalah.

Bahkan terlihat Hansamu Yama dikerubuti lima suporter. Untungnya, pemain asal Mojokerto ini mampu meredam emosi para suporter.

“Sabar, Rek. Aku yo ngerti lek kalah, tapi ojok koyok ngene. Tolong ngertenono (saya juga tahu kalau kalah. Tapi jangan begini. Tolong dimengerti),” katanya.

Ngamuknya para suporter tak hanya dilampiaskan ke pemain. Secara spontan, mereka melampiaskan kemarahannya dengan merusak fasilitas stadion GBT.

Mereka merusak papan reklame, lalu dibakar. Api pun membumbung di stadion yang masuk dalam usulan PSSI untuk menjadi tuan rumah FIFA Worlc Cup U-20 tahun 2021 mendatang itu.

Tak hanya itu, suporter juga menjebol jaring gawang. Bench pemain juga dirusak. Sampai akhirnya polisi turun tangan dan para suporter diminta meninggalkan stadion.

“Bagaimana tidak marah? (Persebaya) main kok kalah. Kalau nggak seri ya kalah. Padahal kita membayar tiket dan itu juga menjadi pendapatan manajemen,” ujar salah satu suporter.

Menurutnya, ini adalah puncak kegundahan para suporter. Sebab permainan Persebaya jelek dan mengakibatkan kekalahan beruntun. “Kalau Persebaya main di kandang, seri saja dianggap kalah. Apalagi ini malah kalah,” lanjutnya.

Seperti diketahui, menjamu PS Sleman dalam lanjutan Shoppe Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, tim Bajul Ijo justru kalah 2-3, Selasa (29/10) sore. Gol Persebaya tercipta melalui tendangan David Aparecido da Silva dan penalti yang dieksekusi Diogo Campos Gomes. Sementara gol PS Sleman dicetak Jepri Kurniawan, Haris Tuharea dan Yevhen Bokhashvili.

Kekalahan ini merupakan tiga kali secara beruntun. Sebelumnya Persebaya dikalahkan Persib Bandung 4-0 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar Bali. Setelah itu Persebaya juga kalah 0-1 saat away ke Stadion Surajaya melawan tuan rumah Persela Lamongan. (q cox)

Reply