Gus Hans Mimpi Surabaya Miliki Health Tourism

SURABAYA (Suarapubliknews) – Menjamurnya hotel di Kota Pahlawan ternyata tak sejalan dengan okupansi khususnya kunjungan wisatawan mancanegara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur pada Agustus 2019 mencapai 54,49 persen atau turun 5,59 poin.

Tokoh muda Zahrul Azhar Asumta mengatakan sektor pariwisata belum digarap secara optimal di bawah dua periode kepemimpinan Tri Rismaharini. Health tourism menjadi angan kuat pria yang akrab disapa Gus Hans ini.

“Mengapa wisata kesehatan? Kita ini punya Unair (Universitas Airlangga) yang merupakan fakultas kedokterannya terbaik di Indonesia. Mungkin tidak banyak yang tahu, kalau tak sedikit dokter kita ini yang setiap bulan keliling Eropa, mengoperasi di sana,” katanya.

Namun sayangnya banyak warga Indonesia malah berobat keluar negeri. Padahal banyak dokter hebat dari Surabaya, potensi ini tentunya dapat dioptimalkan. Mengingat saat orang berobat bukan butuh waktu sehari atau dua hari, minimal length of stay bisa empat sampai lima hari di Surabaya dan itu akan menghidupkan perekonomian.

“Merujuk keberadaan rumah sakit di Malaysia dan Singapura dalam menarik perhatian untuk berobat di negara tersebut, tentunya Surabaya dengan potensi yang ada dapat menambah PAD dari health tourism,” lanjut lulusan S2 IKM Fakultas Kedokteran Universitas Gajahmada ini.

Sektor pariwisata dianggap penting mengingat negara makmur macam Dubai atau negara Timur Tengah lainnya sudah makin sadar dalam 40-50 tahun mendatang mereka akan kehabisan minyak. Karena itu mereka pun mulai beralih ke pariwisata sebagai sumber devisa. (q cox, Tama Dinie)

Reply