Resmikan Pondok Pesantren, Puti Guntur Promosikan “Madin Plus”

SIDOARJO (Suarapubliknews.net) – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno mempromosikan program “Madin Plus” yakni rencana kebijakan anggaran untuk memperkuat lembaga madrasah diniyah.

Rencana kebijakan tersebut disampaikan Puti Guntur Soekarno saat diundang ke Pondok Pesantren Ahlun Najiyah, Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (11/3/2018).

“Gus Ipul dan saya menggagas program “Madin Plus”. Disebut “plus” karena kami berdua ingin menambah dan memperluas penerima Biaya Operasional Santri Madrasah Diniyah,” kata Puti Guntur saat memberikan sambutan.

Program itu telah dicantumkan dalam dokumen visi-misi dan janji kerja Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno, pasangan nomor 2.

“Plus berikutnya adalah melanjutkan dan memperluas insentif bagi ustad/ustadzah Madrasah Diniyah, Pesantren dan khafidz dan khafidzah,” jelas Puti Guntur.

Gus Ipul dan dirinya telah meletakkan pondok pesantren dalam posisi sangat penting dan strategis, yakni tempat untuk mencetak generasi penerus unggul dan berakhlak.

“Kami berdua ingin melakukan penguatan peran pondok pesantren sebagai pusat pendidikan agama dan akhlak,” katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Ahlyn Najiyah, Ibu Nyai Mas Fatimah Muhadjir mengatakan, dirinya mengundang Cawagub Puti Guntur Soekarno untuk meresmikan bangunan baru pondok tersebut.

“Mbak Puti saya undang untuk membuka dan meresmikan Pondok Pesantren Ahlun Najiyah Cabang Krian,” kata Ibu Nyai Mas Fatimah.

Usia pondok itu terbilang tua, sekitar 370 tahun. Pusatnya di kawasan Sidosermo, Surabaya. “Kami sekarang membuka cabang di Krian, Sidoarjo,” terang Nyai Mas Fatimah.

Acara itu dihadiri ribuan warga Muslimat, Fatayat NU, ibu-ibu pengajian dan PKK dari kawasan setempat. Selain peresmian pondok, acara itu juga dalam rangka Haul Akbar Nyai Hj. Mas Lathifah Muhajir dan KH Mas Abdur Rozzaq Ustman.

“Kami juga memberikan dukungan dan doa untuk Gus Ipul dan Mbak Puti,” ujar Ibu Nyai Mas Fatimah. (q cox)

Reply