Singky Soewadji: Bau Amis Serah Terima Titipan Ratusan Satwa ke BKSDA Mulai Terkuak

SURABAYA (Suarapubliknews) – Merespon komentar Amang Raga mantan anggota Jakarta Animal Aid Network (JAAN) soal munculnya LK Jatim Park di daftar serah terima titipan satwa, Singky Soewadji mengatakan jika dirinya sudah memperkirakan sebelumnya.

“Kok masih mutar-mutar ? Ternyata ada Bau Amis, ketahuan sudah dibagi ke Jatim Park 35 ekor, sisanya mungkin tunggu “pembeli” dari Lembaga Konservasi lain,” ucap Singky kepada media ini. Kamis (10/01/2019)

Tidak bermaksud ‘ngeyel’ (sangat ingin) mendapatkan titipan barang bukti Kejaksaan berupa burung dilindungi, tetapi fasilitas yang ditawarkan Singky Soewadji kepada BKSDA semata-mata untuk mendapatkan tempat yang netral.

“Bagi saya tidak ngefek. Cuma anehkan. Padahal saya tawari tempat representatif gratis, ada 35 kandang kosong punya ijin jadi tidak melanggar. Tempat ini netral, karena bukan punya saya, tapi saya siapin perawat, makan hingga dokter hewan satwa liar gratis berikut kotak untuk mengangkut dan biayanya,” tandasnya.

Selama ditampung, lanjut Singky, tetap dibawah wewenang dan pengawasan BBKSDA. “Setelah berkekuatan hukum tetap, silahkan kalau mau diambil pemiliknya lagi, mau dilepas liarkan atau mau dibagi terserah, saya tidak menuntut apapun,” tambahnya.

Diakhir paparannya, Singky mengatakan jika selama ini pelanggaran konservasi selalu ada oknum aparat yang ikut bermain. “Jadi jangan salahkan kalau saya selalu jadi orang yang kritis dan selalu protes,” pungkasnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, bahwa munculnya nama Lembaga Konservasi (LK) ‘Jatim Park’ dalam daftar titipan ternyata menjadi catatan tersendiri bagi para aktifis pecinta satwa, yang salahsatunya dari Amang Raga mantan anggota Jakarta Animal Aid Network (JAAN).

“Kan masih banyak LK dengan fasilitas layak dan memadai di wilayah Jatim seperti Taman Safari Prigen, Kebun Binatang Surabaya, WBL dsb. Kenapa cuma Jatim Park saja yang dititipin. Sedangkan jumlah satwa yang disita cukup banyak,” ucap Amang kepada media ini. Kamis (10/01/2019)

Harusnya, kata Amang, BBKSDA Jatim bisa lebih bijak dan tidak tebang pilih karena seluruh LK memiliki kewajiban yang sama kepada negara. Atau sebaiknya ditempatkan ke lokasi yang netral agar tidak muncul anggapan dan tudingan miring.

“Ini bisa meredam anggapan yang ada, karena semua tau kalau kasus ini bau amis. Apa lagi kasus ini jangankan incrach, masuk pengadilan saja belum, sehingga bisa menyebabkan masyarakat umum beropini miring, ada apa ini,” protesnya. (q cox)

Berita terkait:

http://suarapubliknews.net/muncul-lk-jatim-park-di-daftar-titipan-satwa-pemerhati-satwa-harusnya-bksda-pilih-tempat-netral/

 

Reply