Soekarno House Gelar Acara Haul ke 10 DR ec H Suprajitno

SURABAYA (Suarapubliknews) – Bersama Keluarga Besar Dr ec H Suprajitno (alm), Soekarno House Indonesia menggelar Diskusi Kebangsaan dengan tema “Bedah Pemikiran Ekonomi Kerakyatan Suprajitno” diruang pertemuan kediaman dinas Wakil Walikota Surabaya daerah Walikota Mustajab Kota Surabaya, Sabtu (16/02/2019).

Koordinator SHI, Eko Rinda Prasetyadi mengatakan Diskusi Kebangsaan ini sangatlah penting bagi kaum Nasionalis secara umum dan kader kader muda Marhaenis yang ada di Jawa Timur.

“Secara tekstual maupun kontekstual pemikiran ekonomi kerakyatan Suprajitno terkait koperasi dan ideologi marhaenis masih menjadi acuan dalam menjawab persoalan kekinian,” papar Eko Rinda yang juga mantan aktivis GMNI Itats.

Dalam Diskusi kebangsaan tersebut, pembicara yang hadir Tjuk Sukiadi, mantan dosen FE Unair dan juga sahabat alm Suprajitno, dan Pembicara kedua adalah Ony Setiawan, Sekretaris PD PA GMNI Jatim dan juga mantan mahasiswa alm Suprajitno.

“Dalam diskusi ini merupakan tindak lanjut atas program kerja SHI, membumikan ideologi Marhaenisme ajaran Soekarno dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas Eko Rinda.

Pada kesempatan yang sama Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengatakan jika dirinya selalu siap memfasilitasi diskusi kebangsaan semacam gelaran SHI kali ini.

“Alm ayah saya, Ir Sutjipto meminta sendiri kepada alm Suprajitno untuk memberikan pendampingan dan kaderisasi kader muda PDI Perjuangan di tahun 1999 sampai tahun 2004, agar kader kader memahami ideologi marhaenisme secara komprehensif,” papar Whisnu Sakti Buana.

Pada gelaran diskusi tersebut dihadiri beberapa tokoh muda nasionalis, noviana yaniar, teguh prihandoko, cak ahen, arief fisip unair, glorius dan aven januar. Sedangkan keluarga alm diwakili Pravineta Yaniar dan Deni Elis Tiana.

Selanjutnya, secara pribadi Whisnu akan menggelar diskusi dengan tema Marhaenisme dengan menggandeng SHI selaku lembaga penyelenggaranya.

“Menjaga tegak lestarinya ajaran Soekarno dan ideologi marhaenisme menjadi tanggungjawab moral setiap anak soekarno,” pungkas Whisnu. (q cox)

Reply