Tak Terima Logo Unair Dicatut, Ksatria Airlangga: Jika Diteruskan Kami Perkarakan

SURABAYA (Suarapubliknews) – Teguh Prihandoko Koordinator Ksatria Airlangga menyatakan protes keras terhadap penggunaan logo Universitas Airlangga yang digunakan di surat undangan acara diskusi panel yang mengatasnamakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Pusat Studi Ilmu Ekonomi Islam Internasional.

“Atas nama seluruh alumni yang tergabung dalam Ksatria Airlangga, kami memprotes keras penggunaan logo kampus Unair (Fakultas Ekonomi) di undangan acara tersebut, karena menurut kami tidak ada kaitannya dengan program dan studinya,” ucap Teguh kepada media ini. Rabu (6/02/2019)

Menurut Teguh, acara yang akan digelar lebih kental nuansa politiknya, apalagi menghadirkan Cawapres pasangan nomer urut 02 Sandiaga Salahudin Uno sebagai pembicara utama.

“Jika diteruskan, kami akan menempuh jalur hukum. Ini bukan soal pilihan di Pilpres mendatang, tetapi ini murni menyangkut marwah kampus yang harus steril dari praktik politik praktis,” tandas alumnus FEB Unair angkatan 85 ini.

Oleh karenanya, Teguh mendesak kepada seluruh pihak yang terlibat diacara tersebut, agar segera mencopot logo Unair yang tertempel di surat undangan dan di tempat lain

“Dengan tegas kami meminta agar segera dilakukan perbaikan oleh para oknumnya yakni penyelenggara acara itu,” imbuhnya.

Diketahui, melalui jejaring medsos telah tersebar undangan untuk acara diskusi panel yang digelar oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Pusat Studi Ilmu Ekonomi Islam Internasional dengan tema “Membangun Indonesia sebagai Pusat Syoar Islam Dunia dalam Era Globalisasi”.

Dalam undangan tertulis, DR. H. Sandiaga Salahuddin Uno, MBA sebagai pembicara utama dengan narasumber Prof.DR. Suroso Imam Zadjuli, SE, Prof.DR. H. Edi Swasono dan DR. Ichsanuddin Noorsy, Msi.

Bertindak sebagai pengundang dan bertandatangan, Prof.DR. Suroso Imam Zadjuli, SE Direktur Pusat Studi Ilmu Ekonomi Islam Internasional.

Namun beberapa saat kemudian juga beredar pernyataan dan klarifikasi dari Prof. Dr. Dian Agustia Dekan FEB Unair, yang menyatakan bahwa Undangan tersebut BUKAN kegiatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, melainkan murni kegiatan Pribadi dari Guru Besar Emeritus Prof. Suroso Imam Zadjuli. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan FEB dan Universitas Airlangga. (q cox)

Reply