Whisnu Sakti Buana Siap Dampingi Warga Terdampak Proyek Gedung Parkir Unair Surabaya

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, menyempatkan diri untuk meninjau rumah warga Karang Menjangan gang 8 Surabaya yang terdampak pelaksanaan proyek pembangunan gedung parkir kampus B Unair Surabaya.

Di lokasi proyek, Insinyur jebolan ITS ini mendapati kesalahan prosedur yang dilakukan kontraktor pelaksana yakni tidak dilakukannya tahapan piling (pemasangan pile pelindung) di area sekitar titik pemancangan.

“Untuk struktur tanah keras, harusnya ada piling atau pelindung di area sekitarnya. Jadi ketika tiang pancang dipasang ini ada peredamnya dan tidak menjadikan tanah di sekitar naik,” ucapnya. Kamis (27/9/2018) lalu.

Dampaknya, kata WS-sapaan akrab Whisnu Sakti Buana, tanah sekitarnya naik dan menimbulkan keretakan di area sekitarnya naik.

Tidak hanya itu, politisi PDIP ini juga menerangkan bahwa pelaksanaan pembangunan yang sudah dimulai sebelum IMB secara resmi dimiliki merupakan proses yang tidak benar.

“Untungnya belum ada lantai. Kalau sudah ada lantai, bisa dikenakan denda yang besar itu. Makanya sekarang proses pengurusan IMB kita tahan hingga tuntutan warga yang wajar bisa diakomodir dengan baik,” tuturnya.

Untuk itu, WS memastikan jika dirinya bersama Pemkot Surabaya akan turun langsung memastikan bahwa ke depannya proyek yang ada tidak merugikan warga.

“Saya dan Pemkot Surabaya akan menjadi mediator untuk memastikan kebutuhan warga yang wajar bisa diakomodir oleh pihak Unair,” janjinya dihadapan warga.

Janji yang disampaikan kepada warga tersebut merupakan hasil pertemuan WS dengan pihak Unair pasa Rabu lalu,  termasuk kesiapannya melakukan perbaikan bagi rumah rumah warga yang mengalami kerusakan.

Oleh karenanya, WS mengatakan jika tim dari Pemkot Surabaya akan diturunkan langsung untuk menaksir kerusakan yang dialami warga dan kemudian diserahkan kepada pihak Unair dan kontraktor agar dilakukan perbaikan.

“Karena saya nggak mau kalau perbaikannya hanya tambal sulam saja. Harus menyeluruh dan tidak setengah-setengah,” tandasnya.

Bahkan WS juga menyiapkan diri untuk menjadi fasilitator sekaligus pendamping di pertemuan antara warga terdampak dengan pihak Unair.

“Harus saya dampingi agar semua bisa berjalan baik bagi semua pihak. Mungkin nanti pertemuannya akan diadakan di Pemkot Surabaya dan undangannya dari kami (Pemkot),” pungkasnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply