Pemerintahan

Dukung Esport Sehat, Pemkot Surabaya Gandeng Moonton Gelar Grand Tournament MLBB Goes To School 2025

176
×

Dukung Esport Sehat, Pemkot Surabaya Gandeng Moonton Gelar Grand Tournament MLBB Goes To School 2025

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan dukungan penuh terhadap gelaran Grand Tournament Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Goes To School 2025 yang diselenggarakan oleh Moonton Games. Acara puncak yang mempertemukan talenta muda tingkat SD dan SMP ini berlangsung di Atrium Tunjungan Plaza 3, Surabaya mulai Kamis (8/1/2026) hingga Minggu (11/1/2026).

Hadir mewakili Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menekankan pentingnya keseimbangan antara hobi bermain game dan kewajiban akademik. Hal ini senada dengan slogan utama acara ini, yakni “Belajar Dulu Baru Mabar.”

“Saya ingin slogan itu benar-benar diresapi di dalam hati. Kalau tidak belajar, jangan boleh main bareng (mabar). Kami menitipkan pesan ini kepada bapak dan ibu guru untuk membantu pengawasan agar anak-anak kita tetap sehat dalam menggunakan gadget,” ujar Febrina dalam sambutannya.

Febrina menjelaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang adu ketangkasan di dalam game, melainkan sarana pembentukan karakter. Sebab, melalui kompetisi ini, siswa diajarkan untuk menjunjung nilai sportivitas, kerja sama tim, disiplin, hingga pengendalian emosi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk generasi muda yang berprestasi dan memiliki karakter baik, serta mampu menyeimbangkan antara akademik, minat, dan dunia esport. Ini adalah langkah awal menuju prestasi profesional, bahkan hingga ke tingkat SEA Games nantinya,” tambahnya.

Program ini melibatkan lebih dari 300 sekolah tingkat SD dan SMP di Surabaya. Para siswa didampingi oleh para Teacher Ambassador atau guru yang telah dibekali pemahaman untuk menjadi pengawas dan pendamping agar aktivitas bermain game tetap terukur dan positif.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Gim Moonton Games, Erina Tan mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme di Jawa Timur, khususnya Surabaya. Ia mencatat pertumbuhan pesat jumlah pengajar yang terlibat dalam program Teacher Ambassador.

“Kita mulai dari hanya 50 guru, dan sekarang sudah berkembang menjadi 328 guru di Surabaya dan sekitarnya (Sidoarjo, Gresik, Jombang, Kediri, Malang, dan Mojokerto). Peran guru sangat krusial untuk memastikan esport berjalan selaras dengan nilai pendidikan,” ungkap Erina.

Erina menambahkan bahwa Moonton berkomitmen membangun ekosistem yang aman dan terstruktur. Tujuannya adalah adalah membangun ekosistem esport yang berpusat pada pendidikan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa minat anak-anak bisa diarahkan menjadi aktivitas yang bermanfaat tanpa harus mengesampingkan pendidikan formal,” jelasnya.

Ia berharap, siswa yang berpartisipasi dalam tournamen ini, dapat menjadi sumber inspirasi untuk terus bertumbuh, bukan hanya sebagai pemain tetapi juga sebagai pribadi yang berkarakter.

“Kepada para guru dan pihak sekolah, kami mengucapkan terima kasih atas peran, dedikasi, dan kepercayaan yang diberikan. Kalian adalah pelopor dan tonggak terpenting dalam membentuk dan mengarahkan program ini,” pungkasnya. (q cox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *