NasionalPeristiwa

EDRR Indonesia 2026 Tampilkan Teknologi Mitigasi dan Penyelamatan untuk Hadapi Risiko Bencana

142
×

EDRR Indonesia 2026 Tampilkan Teknologi Mitigasi dan Penyelamatan untuk Hadapi Risiko Bencana

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Kesiapsiagaan menghadapi bencana semakin membutuhkan dukungan teknologi, mulai dari sistem pemetaan risiko, robot penyelamat, kendaraan medis darurat, hingga perangkat komunikasi dan perlindungan bagi petugas di lapangan. Berbagai teknologi tersebut ditampilkan dalam Exhibition for Disaster Relief and Rescue (EDRR) Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

EDRR Indonesia 2026 mempertemukan instansi pemerintah, sektor pertahanan dan pertolongan darurat, lembaga riset, organisasi kemanusiaan, serta penyedia teknologi keselamatan dan mitigasi bencana dari dalam maupun luar negeri.

Sejumlah lembaga pemerintah turut berpartisipasi, di antaranya Polri, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, BNPB, Basarnas, BMKG, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, BPBD Provinsi DKI Jakarta, dan BRIN.

Selain itu, perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) serta lembaga kemanusiaan MER-C Indonesia juga ambil bagian dalam pameran tersebut.

Project Director Seven Event, Vista Limbong, mengatakan keberagaman teknologi menjadi salah satu daya tarik utama EDRR Indonesia 2026. “EDRR Indonesia 2026 menjadi ajang unjuk teknologi unggulan dalam bidang keselamatan dan mitigasi bencana. Mulai dari robot penyelamat berbasis kecerdasan buatan, sistem pemetaan bencana 3D, kecanggihan kendaraan medis darurat, hingga peralatan proteksi diri dan evakuasi terkini dipamerkan secara langsung,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran berbagai solusi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus mempercepat penanganan ketika terjadi keadaan darurat.

Salah satu perkembangan yang ditampilkan dalam EDRR Indonesia 2026 adalah pemanfaatan kecerdasan buatan dan robotika untuk mendukung operasi penyelamatan. Sejumlah perusahaan teknologi seperti Deep Robotics, Unitree, Genisom AI, Roboticplus.AI, Kinexus Intelligent Technology dan Aetosky Pte. Ltd. menghadirkan teknologi yang berkaitan dengan robotika, pemetaan, serta sistem digital untuk mendukung respons terhadap kondisi darurat.

Teknologi komunikasi dan pemantauan juga menjadi bagian dari pameran melalui kehadiran perusahaan seperti Hytera Communications, Victel, PT Dahua Vision Technology Indonesia, Midu Technology, Lamilab Inc., dan Shanghai Runtoo Infortech.

Berbagai teknologi tersebut menunjukkan bagaimana proses penanganan bencana kini semakin bergantung pada kemampuan memperoleh informasi secara cepat dan akurat. Data mengenai kondisi lokasi, potensi risiko, hingga posisi korban dapat menjadi bagian penting dalam menentukan langkah evakuasi.

Sementara pada sektor kendaraan operasional, pengunjung dapat melihat sejumlah kendaraan khusus yang dikembangkan untuk kebutuhan pertolongan dan penanganan darurat. Produsen dan karoseri seperti PT Ambulance Pintar Indonesia, Delima Mandiri, Mitsubishi FUSO, Wuling, Farizon, dan PT Pundarika Atma Semesta turut menampilkan produk mereka.

Kehadiran kendaraan tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan armada evakuasi, layanan medis darurat, maupun pemadaman kebakaran di lapangan. Selain teknologi digital dan kendaraan, EDRR Indonesia 2026 juga menghadirkan berbagai peralatan yang digunakan dalam proses penyelamatan serta perlindungan personel.

Produk yang ditampilkan mencakup peralatan medis, perlengkapan evakuasi, perangkat keselamatan kebakaran, hingga perlindungan diri. Sejumlah perusahaan dari sektor tersebut antara lain Nanjing Zhengze Technology, Safety Plus Industrial, Timecore Intelligent Equipment, Ningbo HOS Fire Fighting Equipment, Shanghai Health Ark Global Medical Technology, serta Shaanxi Yinhe Fire Technology and Equipment.

Pameran juga melibatkan perusahaan dari sektor pendukung seperti energi, material khusus, kelistrikan, dan peralatan industri. Keterlibatan berbagai sektor tersebut memperlihatkan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan ekosistem yang tidak hanya mengandalkan lembaga kebencanaan, tetapi juga dukungan teknologi dan industri.

Selama tiga hari penyelenggaraan, EDRR Indonesia 2026 menjadi ruang bagi berbagai pihak untuk memperlihatkan perkembangan solusi mitigasi, penyelamatan, dan respons terhadap kondisi darurat.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, pameran ini membawa pesan bahwa kesiapan menghadapi bencana tidak hanya ditentukan oleh kemampuan merespons setelah bencana terjadi. Teknologi, informasi, peralatan yang memadai, serta koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih siap dan tangguh. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *