PemerintahanPeristiwa

Wali Kota Eri Cahyadi Dorong Mahasiswa STIDKI Jadi Agen Perubahan Lewat Dakwah dan Akhlak

89
×

Wali Kota Eri Cahyadi Dorong Mahasiswa STIDKI Jadi Agen Perubahan Lewat Dakwah dan Akhlak

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan semangat dan arahan kepada ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar-Rahmah Surabaya di acara kuliah umum sekaligus pelepasan International Student Mobility Program, Rabu (28/1/2026).

Dalam paparannya Wali Kota Eri Cahyadi menekankan bahwa dakwah adalah kunci utama perubahan bangsa melalui penguatan iman dan akhlak.

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa perubahan besar sebuah negara selalu dimulai dari pergerakan pemuda. Ia mencontohkan peristiwa Rengasdengklok yang menjadi pemicu Proklamasi Kemerdekaan RI sebagai bukti sejarah kekuatan anak muda.

“Proklamasi tidak akan terjadi tanpa peran pemuda di Rengasdengklok. Hari ini, jika kita ingin merubah kemaksiatan dan memperbaiki bangsa, maka harus dimulai dari akhlak pemuda yang bagus. Anda semua adalah agen perubahan itu,” tegas Wali Kota Eri Cahyadi di hadapan para mahasiswa.

Dalam arahannya, Wali Kota Eri Cahyadi mengingatkan agar para mahasiswa tidak hanya berdakwah secara lisan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang mampu menggetarkan hati masyarakat. Ia menceritakan pengalamannya saat menempatkan imam-imam muda di masjid-masjid Kota Pahlawan.

“Saya ingin menunjukkan kalau imamnya muda, suaranya bagus, makhrajnya benar, orang akan tersentuh. Dakwah itu harus membuat orang tertarik pada Islam. Ketika anak muda muncul dengan bacaan Al-Qur’an yang indah, kesadaran itu akan lahir,” tuturnya.

Ke depan, Wali Kota Eri Cahyadi merencanakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan STIDKI. Ia ingin para mahasiswa dakwah terjun langsung ke kampung-kampung untuk memakmurkan masjid, tidak hanya dari sisi ibadah, tetapi juga sebagai pusat pergerakan ekonomi.

“Saya sedih kalau melihat masjid megah tapi sekitarnya masih banyak orang miskin. Masjid harus jadi pusat ekonomi. Saya ingin menggandeng STIDKI untuk masuk ke RW-RW, melakukan pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM, hingga mengelola manajemen zakat dan infak untuk mengentaskan kemiskinan,” tambahnya.

Dalam acara ini, Wali Kota Eri Cahyadi juga melepas secara resmi para mahasiswa yang akan bertolak ke Belanda, Toronto (Kanada), Malaysia, hingga Uni Emirat Arab dalam program mobilitas internasional. Ia berpesan agar mereka menjaga identitas sebagai santri yang berakhlak mulia.

“Banggalah, sampaikan bahwa anda dari STIDKI Surabaya. Tunjukkan bahwa muslim Indonesia, pemuda Surabaya, memiliki akhlak yang luar biasa. Jadilah cahaya yang membawa mahabbah (rasa cinta) sehingga dunia melirik Surabaya karena kekuatan dakwahnya,” pesan Wali Kota Eri Cahyadi.

Melalui program ini, Wali Kota Eri Cahyadi berharap Kota Surabaya kedepannya tidak lagi hanya dikenal sebagai kota metropolitan, tetapi juga sebagai kota pencetak kader-kader pemimpin yang religius dan berjiwa Pancasila.

“Saya titipkan pesan kepada para mahasiswa untuk tetap menjaga ahlaknya dimana pun dia bertugas,” pungkasnya. (q cox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *