BisnisNasionalPemerintahan

Bank Indonesia Luncurkan PIDI, Libatkan 800 Tim Talenta Muda untuk Dorong Inovasi Digital

119
×

Bank Indonesia Luncurkan PIDI, Libatkan 800 Tim Talenta Muda untuk Dorong Inovasi Digital

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI): Digdaya x Hackathon sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital nasional.

Peluncuran yang digelar Kamis (30/4/2026) ini melibatkan 800 tim talenta muda terpilih yang akan mengembangkan berbagai solusi inovatif berbasis teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyebut program ini menjadi momentum penting dalam mendorong pemanfaatan teknologi untuk kepentingan yang lebih luas. “Peluncuran PIDI menjadi momentum untuk memanfaatkan AI bagi berbagai kepentingan yang bermanfaat,” ujarnya.

Program PIDI dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan teknis dan kewirausahaan melalui beberapa tahapan, mulai dari pelatihan dasar, pelatihan lanjutan, hingga proyek akhir.

Sebanyak lebih dari 2.000 proposal inovasi diajukan dalam program ini, sebelum akhirnya diseleksi menjadi 800 tim yang lolos tahap awal. Peserta juga akan difasilitasi melalui program business matching agar inovasi yang dikembangkan dapat diterapkan di dunia industri. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menyiapkan talenta digital yang mampu mendukung transformasi ekonomi menuju Indonesia 2045.

Peluncuran PIDI juga beriringan dengan penguatan ekosistem pembayaran digital, termasuk implementasi QRIS lintas negara antara Indonesia dan Tiongkok. Kerja sama ini memungkinkan transaksi pembayaran digital antar kedua negara menjadi lebih praktis dan efisien, sekaligus memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas batas.

Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, menyampaikan bahwa pemerintah Tiongkok mendukung pemanfaatan inovasi dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, serta mendorong perluasan penggunaan QRIS antarnegara.

Data BI menunjukkan transaksi pembayaran digital terus tumbuh signifikan. Pada triwulan I 2026, volume transaksi mencapai 14,82 miliar atau tumbuh 37,69 persen secara tahunan. Sementara transaksi QRIS meningkat hingga 116,43 persen. Sejak diluncurkan pada 2020, QRIS telah digunakan oleh sekitar 44 juta merchant dan 61,7 juta pengguna, dengan total nilai transaksi mencapai Rp2.970 triliun.

Program ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, industri keuangan, hingga asosiasi teknologi.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menekankan pentingnya memastikan inovasi tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan tech for humanity, di mana teknologi harus memberikan manfaat yang luas dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.

Melalui PIDI, Bank Indonesia ingin menciptakan ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi digital nasional. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi digital Indonesia agar lebih kompetitif, inklusif, dan berdaya saing global di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *