BisnisNasional

SIG Perkuat Ekspor dan Transformasi Bisnis untuk Jaga Pertumbuhan di Tengah Tekanan Industri

105
×

SIG Perkuat Ekspor dan Transformasi Bisnis untuk Jaga Pertumbuhan di Tengah Tekanan Industri

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG mulai menuai hasil strategi transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan di tengah tekanan industri semen domestik yang masih dibayangi overcapacity. Pada kuartal I 2026, SIG membukukan pendapatan sebesar Rp8,29 triliun atau tumbuh 8,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat signifikan sebesar 88,7 persen menjadi Rp80 miliar. Sementara volume penjualan naik 1,7 persen menjadi 8,71 juta ton.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan capaian tersebut menunjukkan strategi transformasi yang dijalankan berhasil menjaga resiliensi bisnis sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

“SIG tidak hanya fokus menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan. Transformasi bisnis yang dijalankan secara disiplin berhasil meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tantangan industri,” ujarnya.

SIG menyebut penguatan pasar ekspor menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan utilisasi pabrik sekaligus memperluas peluang pasar produk derivatif bernilai tambah. Melalui anak usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation, SIG telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur.

Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026 dan akan menjadi basis penguatan ekspor SIG ke pasar internasional. “Rampungnya fasilitas ekspor di Tuban menjadi tonggak penting bagi SIG untuk memperkuat posisi di pasar internasional. Ekspor akan menjadi instrumen strategis untuk mengoptimalkan utilisasi sekaligus mendukung pertumbuhan profitabilitas Perseroan,” katanya.

Di sisi operasional, SIG juga terus memperkuat transformasi melalui pengelolaan pasar mikro, optimalisasi portofolio produk, serta efisiensi biaya operasional. Strategi tersebut dinilai membantu perusahaan menjaga kinerja di tengah kenaikan harga energi dan perlambatan permintaan pasar domestik yang baru mulai menunjukkan pemulihan pada awal 2026.

Selain mencatat pertumbuhan penjualan domestik sebesar 5,4 persen, SIG juga berhasil menurunkan biaya keuangan bersih sebesar 35,4 persen melalui pengelolaan keuangan yang lebih optimal. Menurut SIG, capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga keseimbangan antara ekspansi pertumbuhan bisnis dan penguatan fundamental keuangan.

SIG menegaskan arah transformasi perusahaan kini tidak hanya berfokus pada industri semen konvensional, tetapi juga sebagai penyedia solusi bahan bangunan yang lebih kompetitif di tingkat regional.

Sebagai holding BUMN semen, SIG saat ini menaungi sejumlah produsen semen nasional seperti PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Semen Baturaja Tbk, hingga Thang Long Cement Company Vietnam.

Melalui penguatan pasar ekspor dan strategi transformasi bisnis, SIG optimistis dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi perusahaan di pasar Asia, Australia, dan Oceania. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *