BisnisNasional

BYD Hadirkan Teknologi Dual Mode untuk Jawab Kebutuhan Mobilitas dan Elektrifikasi di Indonesia

113
×

BYD Hadirkan Teknologi Dual Mode untuk Jawab Kebutuhan Mobilitas dan Elektrifikasi di Indonesia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ BYD resmi memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) di Indonesia sebagai bagian dari strategi memperluas adopsi kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) yang lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia.

Teknologi DM atau Dual Mode menggabungkan sistem kendaraan listrik dan hybrid (EV + Hybrid) dengan pendekatan electric-first yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara ala kendaraan listrik, namun tetap fleksibel untuk perjalanan jarak jauh.

BYD menilai perkembangan kendaraan energi baru di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data GAIKINDO, pangsa pasar kendaraan listrik nasional yang sebelumnya masih di bawah 1 persen pada 2022 kini meningkat hingga sekitar 20 persen pada kuartal pertama 2026, khususnya di segmen kendaraan penumpang.

Vice President BYD Co., Ltd sekaligus General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengatakan transformasi industri otomotif global saat ini tidak hanya berbicara soal inovasi teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

“Melalui pengembangan teknologi Dual Mode, BYD ingin menghadirkan solusi transisi energi yang lebih fleksibel, efisien, dan mudah diakses masyarakat luas, termasuk di Indonesia,” ujarnya.

Menurut BYD, kondisi geografis Indonesia yang luas serta infrastruktur pengisian daya yang masih berkembang membuat sebagian masyarakat masih membutuhkan kendaraan elektrifikasi yang tetap fleksibel digunakan untuk perjalanan harian maupun jarak jauh. Karena itu, teknologi DM hadir sebagai solusi yang mengombinasikan efisiensi kendaraan listrik dengan fleksibilitas kendaraan konvensional.

BYD menyebut teknologi DM pertama kali diperkenalkan secara global sejak 2008 melalui pengembangan sistem hybrid yang mengintegrasikan motor listrik dan mesin pembakaran internal dalam satu sistem.

Hingga saat ini, BYD mengklaim telah menjual lebih dari 7 juta unit kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) secara global. Sementara total penjualan kendaraan energi baru BYD disebut telah melampaui 16 juta unit di lebih dari 121 negara dan wilayah dunia. Pada 2025, BYD juga mencatat penjualan global lebih dari 4,6 juta unit kendaraan energi baru.

Di Indonesia, BYD dan sub-brand premium mereka, DENZA, disebut berhasil mencatat penjualan hampir 20 ribu unit hingga April 2026 atau tumbuh sekitar 53 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut sekaligus membuat BYD dan DENZA menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.

President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan kehadiran teknologi DM menjadi bagian dari upaya BYD memperluas pasar kendaraan energi baru di Indonesia. “Kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang dapat melengkapi pertumbuhan pasar NEV yang saat ini berkembang positif agar semakin meluas dan inklusif,” ujarnya.

BYD juga memperkenalkan filosofi G.A.S.S sebagai karakter utama teknologi DM yang terdiri dari: Gesit, Andal, Senyap, Super Irit. Melalui pendekatan tersebut, teknologi DM diklaim mampu menghadirkan pengalaman berkendara yang responsif, nyaman, hemat energi, sekaligus fleksibel untuk berbagai kondisi perjalanan di Indonesia.

BYD menyebut dalam salah satu pengujian internal, teknologi DM mampu menghadirkan jarak tempuh lebih dari 1.800 kilometer dengan kombinasi tenaga listrik dan bahan bakar penuh, serta konsumsi bahan bakar hingga 65 kilometer per liter. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *