NasionalPeristiwa

IDSurvey Dorong Sertifikasi Halal TPH dan Juleha, Perkuat Ekosistem Halal Nasional

95
×

IDSurvey Dorong Sertifikasi Halal TPH dan Juleha, Perkuat Ekosistem Halal Nasional

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan IDSurvey untuk memperkuat ekosistem halal nasional melalui program sertifikasi halal gratis bagi Tempat Pemotongan Hewan dan Tempat Pemotongan Unggas (TPH/TPU) serta pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha).

Program yang menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan tersebut berjalan bersamaan dengan penyaluran hewan kurban kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Chief Financial Officer (CFO) IDSurvey, Sinung Triwulandari, mengatakan kegiatan Iduladha tahun ini tidak hanya berfokus pada distribusi hewan kurban, tetapi juga memastikan proses penyembelihan dilakukan sesuai standar kehalalan yang terverifikasi.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk memastikan kegiatan berbagi kepada masyarakat tetap selaras dengan prinsip kualitas, kepatuhan, dan keberlanjutan.

“TPH/TPU dan Juleha adalah titik kritis dalam penjaminan kehalalan produk daging. Sebagai Holding Jasa Survei, peran IDSurvey tidak hanya sebagai lembaga TICC, tetapi juga mitra strategis masyarakat. Melalui program TJSL berbasis expertise, kami menciptakan shared value yang meningkatkan kualitas dan kepatuhan usaha,” ujarnya.

Melalui program tersebut, IDSurvey memberikan fasilitasi sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha pemotongan hewan dan unggas, sekaligus pelatihan serta sertifikasi kompetensi bagi Juru Sembelih Halal yang diakui secara resmi.

Program ini menjadi bagian dari strategi creating shared value, di mana kegiatan sosial perusahaan dijalankan sejalan dengan kompetensi inti perusahaan di bidang sertifikasi dan standardisasi.

Selain membantu pelaku usaha memenuhi kewajiban sertifikasi halal nasional yang akan berlaku penuh pada 2026, program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha, memperluas akses pasar, serta memperkuat ekosistem halal nasional secara berkelanjutan.

Sinung menjelaskan sertifikasi halal dan peningkatan kompetensi Juleha merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi sektor pangan nasional. Pelaku usaha yang memenuhi standar halal dinilai memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas penetrasi pasar, termasuk ke rantai pasok yang lebih luas dan berstandar global.

Program tersebut juga menjadi respons terhadap implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang mewajibkan seluruh produk dan jasa penyembelihan memiliki sertifikat halal.

Melalui pendekatan TJSL berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), IDSurvey tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga menghadirkan program peningkatan kapasitas yang berkelanjutan. Fasilitasi yang diberikan mencakup pendampingan penyusunan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), audit fasilitas, hingga sertifikasi kompetensi Juleha.

Dari sisi ekonomi, sertifikasi halal dinilai memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha melalui peningkatan kepercayaan konsumen, perluasan akses pasar domestik maupun ekspor, sekaligus mendukung posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri halal global yang kompetitif.

Ke depan, IDSurvey berkomitmen memperluas jangkauan program TJSL berbasis keahlian perusahaan guna membangun ekosistem halal yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *