JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Pertumbuhan ekosistem startup di berbagai negara berkembang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Namun di balik perkembangan tersebut, founder perempuan masih menghadapi tantangan besar dalam memperoleh akses pendanaan dan dukungan investasi yang setara dibandingkan rekan laki-laki mereka.
Menjawab tantangan tersebut, Aurora Ventures resmi diluncurkan sebagai program investasi tahap awal yang secara khusus berfokus mendukung startup yang didirikan oleh perempuan di berbagai emerging markets. Program ini mendapat dukungan dari inDrive, platform mobility dan delivery global yang telah berkembang menjadi unicorn di sejumlah negara berkembang.
Peluncuran Aurora Ventures dilakukan setelah suksesnya penyelenggaraan Aurora Tech Award 2026 di Santiago, Chile. Ajang tahunan tersebut mencatat rekor partisipasi dengan lebih dari 3.400 pendaftar dari berbagai negara. Salah satu founder asal Nigeria, Adeola Ayoola-Famasi, berhasil masuk dalam jajaran 10 finalis terbaik tahun ini.
Selain Adeola, finalis Aurora Tech Award 2026 juga berasal dari berbagai negara berkembang lainnya, seperti Adriana Gonzalez-Tizo dari Panama, Angela Acosta-Morado dari Kolombia, Catalina Isaza dari Innmetec (Kolombia), Estefania Abello dari Muta (Kolombia), Maria Kawas dari Domestik (Chile), Mariana Zuliani dari OncoAI (Brasil), Mercedes Bidart dari Quipu (Kolombia), Patricia Florencia dari Pilou (Meksiko), serta Penny Musengi dari Pesira Technologies (Kenya).
Aurora Ventures dibentuk berdasarkan pengalaman selama lima tahun penyelenggaraan Aurora Tech Award yang menunjukkan masih lebarnya kesenjangan akses pendanaan bagi founder perempuan, terutama di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), Afrika, serta Amerika Latin.
Meski banyak startup yang dipimpin perempuan menunjukkan pertumbuhan bisnis yang kuat dan efisien, mereka dinilai masih sering mengalami undervaluation serta kurang mendapatkan perhatian dari investor tradisional.
Temuan tersebut diperkuat melalui riset terbaru Aurora yang melibatkan lebih dari 900 founder dari 127 negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa founder perempuan masih menghadapi tantangan berupa competence scepticism atau keraguan terhadap kemampuan mereka, serta tuntutan untuk membuktikan kinerja bisnis yang lebih tinggi dibandingkan founder laki-laki.
Melalui Aurora Ventures, startup yang terpilih akan memperoleh investasi awal antara US$180 ribu hingga US$250 ribu pada tahap pengembangan dan pendanaan awal. Selain dukungan finansial, program ini juga menyediakan akses ke jaringan investor, mentoring, serta dukungan operasional untuk membantu startup berkembang menuju putaran pendanaan berikutnya.
Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, mengatakan dukungan terhadap Aurora Ventures sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendorong akses dan kesempatan yang lebih adil bagi semua pihak, termasuk founder perempuan di negara berkembang.
“inDrive lahir dan berkembang dengan menghadapi berbagai tantangan besar di industri. Kami melihat semangat yang sama juga dimiliki oleh banyak founder perempuan di emerging markets saat ini. Karena itu, dukungan terhadap Aurora Ventures bukan hanya soal inisiatif sosial, tetapi juga tentang membuka peluang besar yang selama ini kurang mendapatkan perhatian,” ujarnya.
Menurutnya, banyak inovasi potensial yang lahir dari para founder perempuan, namun sering kali terkendala akses terhadap modal dan jaringan yang dibutuhkan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis.
Program pilot Aurora Ventures 2026 akan difokuskan pada pembangunan portofolio awal sekaligus memperkuat fondasi menuju pembentukan struktur pendanaan venture capital yang lebih besar di masa mendatang.
Sejak diluncurkan pada 2021, Aurora Tech Award telah menjadi wadah bagi founder perempuan di sektor teknologi dari 127 negara untuk memperoleh akses pendanaan, jaringan global, serta peluang pengembangan bisnis. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen inDrive dalam mendukung inovasi dan pemberdayaan komunitas di berbagai negara berkembang.
Melalui kehadiran Aurora Ventures, penyelenggara berharap semakin banyak startup yang dipimpin perempuan memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang, berinovasi, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital di kawasan emerging markets. (feb, tama dini)












