NasionalPeristiwa

ParagonCorp Perkuat Riset Multi-Omics untuk Hadirkan Inovasi Beauty yang Lebih Relevan bagi Masyarakat Indonesia

77
×

ParagonCorp Perkuat Riset Multi-Omics untuk Hadirkan Inovasi Beauty yang Lebih Relevan bagi Masyarakat Indonesia

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA (Suarapubliknews) ~ ParagonCorp memperkuat pengembangan riset berbasis sains melalui kolaborasi dengan Corpora Science untuk mengembangkan pendekatan multi-omics. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan memperdalam pemahaman terhadap karakteristik biologis masyarakat Indonesia agar mampu menghadirkan inovasi produk kecantikan yang semakin relevan dengan kebutuhan konsumen.

Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari perjalanan advanced research ParagonCorp yang dimulai sejak 2021 melalui penelitian genomik kulit masyarakat Indonesia. Penelitian tersebut menjadi salah satu fondasi ilmiah dalam pengembangan inovasi produk perusahaan pada 2024.

Kini, ParagonCorp memperluas pendekatan riset menuju multi-omics, yang mengintegrasikan berbagai lapisan informasi biologis seperti metabolomik, proteomik, dan lipidomik untuk memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kondisi kulit.

Deputy CEO ParagonCorp dr. Sari Chairunnisa mengatakan riset tidak hanya menjadi sarana menciptakan produk baru, tetapi juga cara memahami manusia secara lebih mendalam sehingga inovasi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen.

“Bagi kami, riset bukan sekadar cara menciptakan produk. Riset adalah cara memahami manusia. Dan kalau hari ini ParagonCorp dipercaya menjadi salah satu pemimpin di industri beauty Indonesia, kami percaya kami juga punya tanggung jawab untuk ikut mendorong kemajuan risetnya, agar semakin banyak inovasi yang lahir dari Indonesia untuk dunia,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu tantangan dalam industri kecantikan adalah menjelaskan mengapa dua orang yang menggunakan produk perawatan kulit yang sama dapat memperoleh hasil yang berbeda.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, mulai dari genetik, metabolisme, paparan sinar ultraviolet, kelembapan, polusi, gaya hidup, hingga proses biologis yang berlangsung di dalam tubuh. Karena itu, pendekatan multi-omics dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih utuh dibandingkan hanya melihat faktor genetik semata.

ParagonCorp juga menilai riset berbasis populasi Indonesia menjadi semakin penting mengingat sebagian besar referensi ilmiah mengenai karakteristik kulit masih berasal dari masyarakat non-tropis. Padahal, masyarakat Indonesia hidup di lingkungan dengan paparan sinar matahari, tingkat kelembapan, temperatur, serta karakteristik biologis yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan penelitian yang lebih spesifik.

“Selama ini banyak inovasi dimulai dari pertanyaan bagaimana membuat produk yang lebih baik. Kami memilih memulai dari pertanyaan yang lebih mendasar: apakah kami sudah cukup memahami manusia yang akan menggunakannya? Karena pemahaman itulah yang membuat inovasi menjadi benar-benar relevan,” lanjutnya.

Melalui kerja sama tersebut, ParagonCorp dan Corpora Science akan mengembangkan penelitian multi-omics secara bertahap melalui pemanfaatan teknologi laboratorium, transfer pengetahuan antarpeneliti, pengembangan metodologi penelitian, hingga penyusunan publikasi ilmiah bersama. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset nasional melalui sinergi antara industri dan lembaga penelitian.

Direktur Operasional Corpora Science Saptogiri mengatakan pendekatan multi-omics memungkinkan berbagai lapisan informasi biologis dihubungkan sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses biologis manusia.

“Setiap lapisan data biologis memberikan perspektif yang berbeda mengenai kondisi tubuh manusia. Nilai terbesar multi-omics terletak pada kemampuan mengintegrasikan seluruh informasi tersebut sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif. Proses tersebut membutuhkan metodologi yang kuat, teknologi yang tepat, serta kolaborasi ilmiah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Bagi ParagonCorp, pengembangan multi-omics merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi inovasi berbasis sains. Perusahaan berharap kolaborasi tersebut tidak hanya menghasilkan produk yang semakin sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia, tetapi juga berkontribusi terhadap berkembangnya ekosistem riset dan publikasi ilmiah di Tanah Air. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *