Jatim RayaPeristiwa

Bandara Juanda Dukung Pelestarian Seni dan Budaya Lewat Program CSR Pojok Budaya

250
×

Bandara Juanda Dukung Pelestarian Seni dan Budaya Lewat Program CSR Pojok Budaya

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO (Suarapubliknews) ~ PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Juanda menyalurkan bantuan senilai total Rp15 juta kepada Sembrani Art Community dan Batik Lintang Sari Kenongo sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang seni budaya bertajuk Pojok Budaya.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh General Manager Bandara Juanda, Muhammad Tohir, kepada perwakilan kedua komunitas pada Kamis (11/6/2026) di Terminal 1 Bandara Juanda.

Program Pojok Budaya merupakan bagian dari inisiatif InJourney Airports Community Upskilling for Aviation yang dijalankan di berbagai bandara di bawah naungan InJourney Airports sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan masyarakat di sekitar kawasan bandara.

General Manager Bandara Juanda, Muhammad Tohir, mengatakan program tersebut menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pelaku seni dan budaya lokal agar terus berkembang dan dikenal lebih luas oleh masyarakat. “Melalui program ini kami menunjukkan dukungan dengan memberikan bantuan kepada pelaku seni di wilayah sekitar Bandara Juanda,” ujarnya.

Tidak hanya memberikan bantuan, Bandara Juanda juga menyediakan ruang bagi para penerima program untuk menampilkan karya-karya mereka di Terminal 1 sepanjang Juni 2026. Langkah ini diharapkan dapat memperkenalkan seni dan budaya lokal kepada para pengguna jasa bandara, baik dari dalam maupun luar daerah.

Menurut Tohir, sebagai salah satu pintu gerbang utama Jawa Timur, Bandara Juanda tidak hanya berfungsi sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang, tetapi juga menjadi etalase yang merepresentasikan identitas daerah.

“Bandara Juanda tidak hanya menjadi tempat naik turun penumpang dan pesawat, tetapi juga ruang untuk menunjukkan identitas daerah serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang berkarakter dan berkesan bagi pengguna jasa bandara,” katanya.

Ia menambahkan bahwa budaya daerah merupakan aset berharga yang harus terus dijaga, dikenalkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang karena menjadi bagian dari identitas dan ciri khas suatu wilayah.

Ketua Sembrani Art Community, Rizky Hari Pangayom, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Bandara Juanda kepada para pelaku seni lokal. “Kami berterima kasih dan mengapresiasi bantuan serta perhatian yang diberikan oleh pihak Bandara Juanda kepada pekerja seni daerah. Semoga ke depannya program seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.

Melalui berbagai program TJSL yang berkelanjutan, PT Angkasa Pura Indonesia berharap dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar bandara sekaligus mendukung pelestarian seni dan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan bangsa. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *