BisnisNasional

Program Liquidity Provider Saham Dinilai Perkuat Likuiditas dan Kualitas Perdagangan di BEI

93
×

Program Liquidity Provider Saham Dinilai Perkuat Likuiditas dan Kualitas Perdagangan di BEI

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memperkuat kualitas dan likuiditas perdagangan saham melalui implementasi program Liquidity Provider (LP) Saham. Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan perdagangan yang lebih likuid, efisien, dan transparan sekaligus meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia bagi investor.

Program LP Saham merupakan salah satu langkah strategis BEI untuk mendukung aktivitas perdagangan yang lebih efisien melalui penyediaan kuotasi beli dan jual secara konsisten di pasar. Dengan adanya kuotasi yang lebih terjaga, investor diharapkan lebih mudah melakukan transaksi dan memperoleh harga yang lebih optimal.

BEI mencatat respons industri terhadap program tersebut menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga saat ini, terdapat dua Anggota Bursa yang telah menjalankan fungsi Liquidity Provider Saham, yakni PT Phintraco Sekuritas sejak 20 April 2026 dan PT Mandiri Sekuritas yang mulai melakukan kuotasi sejak 4 Mei 2026.

Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan bertambahnya partisipasi Anggota Bursa menunjukkan meningkatnya minat pelaku industri terhadap program LP Saham.

“Penambahan partisipasi Anggota Bursa ini menunjukkan meningkatnya minat pelaku industri terhadap program LP Saham sekaligus menjadi komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas dan likuiditas perdagangan di Bursa,” ujarnya.

Menurut Jeffrey, BEI berharap jumlah Anggota Bursa yang terlibat dalam program tersebut terus bertambah seiring meningkatnya pemahaman pelaku pasar terhadap manfaat LP Saham dalam mendukung perdagangan yang lebih berkualitas.

Pada tahap awal implementasi, Phintraco Sekuritas melakukan kuotasi terhadap lima saham, yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

BEI mencatat bahwa dalam periode satu minggu sebelum dan sesudah implementasi LP Saham, sejumlah saham tersebut menunjukkan peningkatan rata-rata harian nilai transaksi. Persentase kenaikannya berkisar antara 25,98 persen hingga 119,44 persen. Hasil tersebut menunjukkan potensi LP Saham dalam meningkatkan aktivitas perdagangan sekaligus memperkuat likuiditas pasar.

“Kami melihat bahwa kegiatan LP Saham memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas perdagangan dan likuiditas saham di pasar, yang secara tidak langsung memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” tambahnya.

Direktur Utama Phintraco Sekuritas, Ferawati, menuturkan bahwa partisipasi perusahaannya dalam program LP Saham merupakan bagian dari komitmen untuk mengambil peran lebih strategis dalam pengembangan dan pendalaman pasar modal Indonesia. Menurutnya, sejak awal implementasi, program tersebut menunjukkan arah yang positif dalam memperkuat struktur perdagangan di Bursa.

Ia menilai keberhasilan program LP Saham memerlukan kolaborasi yang erat antara Bursa, Anggota Bursa, emiten, asosiasi, dan investor agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

“Dalam implementasinya, kami melihat efektivitas LP Saham membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Bursa, Anggota Bursa, Perusahaan Tercatat, dan asosiasi terkait, khususnya dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fungsi strategis LP Saham dalam mendukung kualitas likuiditas perdagangan,” jelasnya.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Phintraco Sekuritas telah menyiapkan infrastruktur sistem, kesiapan tim dealing, serta kerangka manajemen risiko guna memastikan aktivitas kuotasi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Ferawati menegaskan bahwa LP Saham tidak hanya berfokus pada penyediaan kuotasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun pasar yang lebih likuid, efisien, dan kredibel.

Meski demikian, ia mengakui tantangan utama dalam aktivitas LP Saham adalah menjaga konsistensi kuotasi di tengah dinamika pasar dan volatilitas yang terus berubah. Karena itu, diperlukan disiplin perdagangan, dukungan teknologi, serta pengelolaan risiko yang kuat agar likuiditas yang tercipta tetap sehat dan berkelanjutan.

BEI memandang bahwa peningkatan likuiditas, efisiensi perdagangan, dan kualitas pasar melalui program LP Saham akan semakin memperkuat daya tarik pasar modal Indonesia. Dengan demikian, ekosistem investasi nasional diharapkan dapat tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan di masa mendatang. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *