JAKARTA (Suarapubliknews) ~ PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkuat ekspansi pasar internasional dengan meresmikan fasilitas dermaga dan produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur.
Fasilitas baru tersebut diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan daya saing industri semen nasional di tengah tantangan kelebihan kapasitas produksi dalam negeri.
Peresmian fasilitas yang dilakukan pada Kamis (11/6/2026) itu menjadi bagian dari strategi SIG untuk memperluas penetrasi pasar global, khususnya Amerika Serikat. Fasilitas ekspor tersebut memiliki kapasitas hingga 1 juta ton semen per tahun dan akan menjadi basis utama penguatan ekspor melalui kerja sama strategis antara PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, anak usaha SIG, dengan Taiheiyo Cement Corporation dari Jepang.
Sepanjang 2026, SIG menargetkan ekspor sekitar 450 ribu metrik ton semen tipe khusus ke Amerika Serikat secara bertahap. Langkah ini sekaligus menjadi upaya perusahaan untuk meningkatkan utilisasi produksi dan memperluas sumber pertumbuhan baru di luar pasar domestik.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan pengoperasian fasilitas ekspor di Tuban merupakan tonggak penting dalam transformasi bisnis perusahaan menuju pasar global. “Momentum peresmian fasilitas ekspor ini membawa SIG pada tujuan utama yaitu menciptakan peluang pertumbuhan, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui produk hasil karya anak bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi yang dilakukan SIG tidak hanya berfokus pada penguatan pasar domestik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kontribusi pasar ekspor guna memperluas peluang bisnis jangka panjang.
“Di tengah kondisi industri domestik yang mengalami kelebihan kapasitas, pelaku usaha termasuk SIG dituntut untuk terus berinovasi dan menjalankan langkah-langkah strategis agar semakin kompetitif dan menjadi pilihan utama pelanggan di tengah persaingan pasar yang ketat,” katanya.
Fasilitas ekspor di Tuban tersebut dilengkapi berbagai teknologi modern yang mendukung efisiensi operasional. Terminal ekspor mampu melayani kapal hingga kapasitas 50.000 DWT dan didukung tube conveyor sepanjang 4,1kilometer, tripper conveyor, serta ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam yang memungkinkan pengiriman semen curah langsung dari pabrik menuju kapal di dermaga.
Sementara itu, fasilitas produksi dilengkapi blending silo system berkapasitas 8.000 ton, clinker silo system berkapasitas 15.000 ton, serta dua cement silo system dengan kapasitas masing-masing 18.000 ton. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan produksi dan ekspor secara berkelanjutan.
Indrieffouny juga menyampaikan apresiasi kepada Taiheiyo Cement Corporation atas kolaborasi yang terjalin selama ini. Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang, tetapi juga membuka peluang pengembangan bisnis dan peningkatan kapabilitas kedua perusahaan.
Komisaris Utama SIG, Sigit Widyawan, menegaskan bahwa peresmian fasilitas ekspor bukanlah akhir dari pencapaian perusahaan, melainkan awal dari tantangan baru untuk memaksimalkan potensi fasilitas tersebut sebagai motor pertumbuhan bisnis.
“Menjaga kualitas tetap menjadi prioritas utama untuk meningkatkan daya saing. Setelah itu, aspek efisiensi juga harus terus diperkuat agar semakin kompetitif dan membuka peluang untuk merambah pasar yang lebih luas lagi,” ujarnya.
Melalui fasilitas ekspor baru di Tuban, SIG berharap dapat memperkuat ketahanan bisnis melalui diversifikasi pasar, peningkatan nilai tambah produk, serta memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pemain industri semen yang kompetitif di pasar global. (feb, tama dini)












