MALANG (Suarapubliknews) ~ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur bersama OJK Malang memperkuat pengembangan ekosistem susu sapi perah melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Jawa Timur 2026.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman lintas pemangku kepentingan sekaligus peluncuran sistem Enterprise Resource Planning (ERP) hasil kolaborasi OJK dan International Labour Organization (ILO).
Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan peternak susu sapi perah, khususnya di wilayah Malang Raya yang selama ini menjadi salah satu sentra produksi susu terbesar di Jawa Timur.
Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah daerah, koperasi, akademisi, lembaga jasa keuangan, serta berbagai pihak terkait dalam pengembangan ekosistem peternakan yang berkelanjutan.
Pelaksana Harian Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V.M. Tarihoran, mengatakan Program PED dirancang untuk memperkuat sektor peternakan susu melalui berbagai pendekatan, mulai dari perluasan akses keuangan, penguatan kelembagaan koperasi, peningkatan kapasitas usaha peternak, hingga pemanfaatan teknologi dan inovasi di sektor jasa keuangan. “Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” ujar Horas.
Menurutnya, nota kesepahaman yang ditandatangani menjadi bentuk komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pengembangan komoditas susu sapi perah melalui pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang dapat meningkatkan kapasitas usaha para peternak.
Dalam kesempatan tersebut, OJK juga meluncurkan sistem ERP yang akan diterapkan pada tiga koperasi susu di Jawa Timur, yakni KAN Jabung Kabupaten Malang, KPSP Setia Kawan Kabupaten Pasuruan, dan KPUD Tani Wilis Kabupaten Tulungagung.
Implementasi sistem digital tersebut diperkirakan dapat dimanfaatkan oleh sekitar 10.000 peternak anggota koperasi untuk meningkatkan efisiensi tata kelola usaha serta memperkuat rantai nilai industri susu sapi perah.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan daya saing sektor peternakan di tengah tantangan industri saat ini.
“Dengan semangat kolaborasi yang kuat dari seluruh pihak, kami optimistis ekosistem susu sapi perah Jawa Timur dapat menjadi model digitalisasi rantai nilai UMKM yang menginspirasi daerah lain di Indonesia,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan sektor peternakan susu sapi perah, sejumlah lembaga jasa keuangan turut menyerahkan akses pembiayaan secara simbolis kepada pelaku usaha. Lembaga tersebut antara lain Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim), Bank UMKM Jawa Timur, BPRS Al Hijrah Thayibah, serta PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).
OJK menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memperluas akses keuangan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta mendorong digitalisasi sektor riil sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (feb, tama dini)












