BisnisNasional

Selaras dengan Transformasi Danantara, Jasa Marga Perkuat Strategi Penciptaan Nilai Berkelanjutan

65
×

Selaras dengan Transformasi Danantara, Jasa Marga Perkuat Strategi Penciptaan Nilai Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat transformasi bisnis dengan menggeser strategi perusahaan dari orientasi pembangunan infrastruktur menuju penciptaan nilai berkelanjutan (value creation). Langkah tersebut sejalan dengan arah transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia yang menekankan peningkatan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengatakan keberhasilan perusahaan saat ini tidak lagi hanya diukur dari panjang jalan tol yang dikelola atau besarnya aset, tetapi dari nilai yang mampu diberikan kepada masyarakat, pengguna jalan, investor, hingga negara.

“Keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya diukur dari besarnya aset atau panjang jalan tol yang dikelola, tetapi juga dari nilai yang mampu diciptakan bagi masyarakat dan negara. Karena itu, setiap aset, inovasi, dan kilometer jalan tol harus dikelola secara optimal dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat strategi bisnis melalui prinsip Know Your Customer,” ujarnya.

Menurut Rivan, transformasi tersebut diwujudkan melalui perubahan paradigma dari infra as a structure menjadi infra as a culture atau infraculture. Dengan pendekatan tersebut, jalan tol tidak hanya dipandang sebagai infrastruktur fisik, tetapi menjadi bagian dari ekosistem transportasi yang mendukung konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan pengalaman perjalanan masyarakat.

“Kami ingin infrastruktur yang dikelola Jasa Marga memberikan manfaat yang lebih besar dari sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Infrastruktur juga harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat kepercayaan publik, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan,” katanya.

Sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga saat ini menguasai sekitar 42 persen pangsa jalan tol komersial yang telah beroperasi atau sepanjang 1.294 kilometer. Secara keseluruhan, perusahaan mengelola 36 konsesi jalan tol dengan total panjang mencapai 1.736 kilometer dan melayani sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari.

Untuk mendukung peningkatan kualitas layanan, Jasa Marga terus mengembangkan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) sebagai pusat kendali operasional berbasis data. Sistem tersebut mengintegrasikan pemantauan lalu lintas, penanganan insiden, hingga pengambilan keputusan secara real-time, sehingga mempercepat respons terhadap berbagai kondisi di jalan tol.

Penguatan layanan digital juga dilakukan melalui aplikasi Travoy yang terhubung dengan lebih dari 3.500 kamera CCTV di jaringan jalan tol Jasa Marga. Hingga awal Juli 2026, aplikasi tersebut telah diunduh lebih dari 1,3 juta kali, menjadi salah satu kanal informasi utama bagi pengguna jalan untuk memperoleh kondisi lalu lintas secara langsung.

Dalam kesempatan yang sama, akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi menilai pengembangan sistem kendali berbasis teknologi yang dilakukan Jasa Marga telah mendukung terciptanya ekosistem mobilitas yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

“Mobilitas yang cerdas harus saling terintegrasi ke dalam sebuah ekosistem dan saat ini yang dilakukan Jasa Marga sudah sangat baik. Pengembangan teknologi ini harus diimbangi dengan komitmen terhadap keberlanjutan karena pembangunan hari ini merupakan warisan bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Rhenald Kasali menilai perubahan perilaku masyarakat di era digital mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan (customer experience). Menurutnya, pendekatan tersebut telah diimplementasikan Jasa Marga melalui berbagai layanan digital, termasuk aplikasi Travoy.

Transformasi pelayanan juga dilakukan melalui perubahan nomor Call Center menjadi 133, yang berhasil meraih predikat Exceptional dan peringkat pertama pada ajang Contact Center Service Excellence Award 2025. Selain itu, Jasa Marga terus merevitalisasi kawasan rest area agar tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi berkembang sebagai destinasi yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang koridor jalan tol.

Di sisi kinerja, Jasa Marga mencatat pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didukung pendapatan tol sebesar Rp4,7 triliun serta pendapatan usaha lain senilai Rp397,6 miliar. Perseroan juga membukukan EBITDA sebesar Rp3,4 triliun dengan margin 66,1 persen.

Perseroan juga melanjutkan pembangunan sejumlah proyek strategis, antara lain Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi, Yogyakarta–Bawen, Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, Jakarta–Cikampek II Selatan, dan Akses Patimban. Empat ruas di antaranya telah difungsikan tanpa tarif selama periode mudik Lebaran 2026 untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui transformasi bisnis, penguatan layanan berbasis digital, serta pengembangan infrastruktur yang berorientasi pada pengalaman pelanggan, Jasa Marga menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan nilai berkelanjutan sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *