BisnisNasional

Proyek Rp25 Triliun Iwan Sunito di Sydney Raih Status State Significant Development

36
×

Proyek Rp25 Triliun Iwan Sunito di Sydney Raih Status State Significant Development

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Pengembang properti asal Indonesia, Iwan Sunito, kembali mencatatkan pencapaian di Australia. Pemerintah New South Wales (NSW) menetapkan proposal pengembangan kawasan Five Dock di Spencer Street sebagai State Significant Development (SSD) melalui jalur Housing Delivery Authority (HDA), membuka jalan bagi realisasi proyek mixed-use senilai sekitar AUD1,9 miliar atau setara Rp25 triliun.

Penetapan tersebut menjadi tonggak penting bagi One Global Capital, perusahaan yang dipimpin Iwan Sunito, sekaligus memperkuat posisi pengembang asal Indonesia di salah satu pasar properti paling kompetitif di dunia.

Proyek Five Dock dirancang sebagai kawasan terpadu yang akan menghadirkan sekitar 840unit hunian, hotel, area ritel, ruang komersial, ruang publik, serta berbagai fasilitas penunjang masyarakat dalam satu kawasan.

Melalui skema Housing Delivery Authority, proposal tersebut kini dapat dievaluasi dengan Floor Space Ratio (FSR) sekitar 5,7:1 di atas lahan seluas kurang lebih 14.100meter persegi. Skema itu memberikan potensi pengembangan hingga sekitar 80.400meter persegi Gross Floor Area (GFA), hampir dua kali lipat dibanding ketentuan dasar sebelumnya sebesar 3,0:1.

Dalam proyek ini, Iwan Sunito kembali berkolaborasi dengan arsitek internasional Koichi Takada untuk menghadirkan kawasan mixed-use yang mengintegrasikan hunian, sektor hospitality, ruang komersial, dan ruang publik melalui pendekatan desain berkelanjutan yang berorientasi pada kualitas hidup masyarakat.

Founder dan Group CEO One Global Capital, Iwan Sunito, mengatakan proyek Five Dock merupakan bagian dari visi jangka panjang dalam membangun kawasan perkotaan yang tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga menciptakan komunitas yang memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

“Saya selalu percaya bahwa kota-kota besar dibangun oleh visi jangka panjang. Setelah lebih dari 25 tahun ikut membangun berbagai bagian dari Sydney, kini saatnya membangun sesuatu yang lebih besar—bukan sekadar gedung, melainkan sebuah komunitas yang dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Bagi Iwan, proyek tersebut juga memiliki makna personal. Lebih dari empat dekade setelah datang ke Australia sebagai mahasiswa arsitektur asal Indonesia, ia kini kembali memimpin salah satu proyek pengembangan perkotaan terbesar dalam perjalanan kariernya.

Kolaborasi dengan Koichi Takada juga mempertemukan dua arsitek dengan pendekatan berbeda. Iwan dikenal memiliki pengalaman sebagai arsitek, pengembang, investor, sekaligus pembentuk komunitas, sedangkan Takada mengusung filosofi desain yang terinspirasi dari alam dan mengedepankan hubungan antara manusia, arsitektur, serta lingkungan.

One Global Capital menilai proyek Five Dock menjadi babak baru transformasi perusahaan sebagai platform investasi dan pengembangan real estat yang berfokus pada pembangunan kawasan terpadu, kepemilikan aset jangka panjang, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi investor, masyarakat, dan kota.

Bagi industri properti Indonesia, pencapaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa perusahaan yang dipimpin putra bangsa mampu memperoleh kepercayaan untuk mengembangkan proyek berskala kota di pasar properti global yang kompetitif. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *