Peristiwa

ITS Berangkatkan 25 Tim Ekspedisi Patriot ke Delapan Kawasan Transmigrasi Prioritas

16
×

ITS Berangkatkan 25 Tim Ekspedisi Patriot ke Delapan Kawasan Transmigrasi Prioritas

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi melepas 25 Tim Ekspedisi Patriot (TEP) untuk menjalankan program pendampingan di delapan kawasan transmigrasi prioritas di Indonesia. Program yang merupakan kolaborasi dengan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) RI ini menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan kawasan transmigrasi melalui riset, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

Pelepasan peserta berlangsung di Galeri Riset Inovasi Teknologi, Gedung Research Center ITS, Kamis (23/7). Pada tahun kedua pelaksanaannya, ITS menerjunkan 125 peserta yang tergabung dalam 25 tim untuk bertugas di sejumlah kawasan transmigrasi.

Koordinator Tim Ekspedisi Patriot ITS, Prof. Dr. Aulia Siti Aisjah, MT, menjelaskan ITS mendapat amanah mengirimkan tim ke delapan kawasan prioritas dari total 84 kawasan transmigrasi yang menjadi sasaran program secara nasional.

“Sebagian besar penugasan berfokus di kawasan timur Indonesia. Sebanyak 20 tim akan diterjunkan di Papua Barat, tiga tim di Nusa Tenggara Timur, satu tim di Selaparang, Nusa Tenggara Barat, dan satu tim di Barelang, Kepulauan Riau,” ujarnya.

Program Ekspedisi Patriot merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi dengan perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan kawasan ekonomi transmigrasi yang produktif, inklusif, mandiri, dan berkelanjutan. Melalui program tersebut, perguruan tinggi didorong berkontribusi melalui riset, kajian, inovasi, serta pendampingan masyarakat di berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, Sarana, dan Prasarana ITS, Dr. Machsus, ST, MT, menegaskan bahwa patriotisme di era modern diwujudkan melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan kepedulian terhadap masyarakat. Ia mengingatkan seluruh peserta untuk memegang teguh nilai ITS Tangguh, Berdampak, dan Mendunia selama menjalankan penugasan di lapangan.

Menurut Machsus, semangat pantang menyerah perlu dicontoh dari Jenderal Soedirman, kebermanfaatan ilmu dari Ki Hajar Dewantara, serta wawasan global dan integritas dari B.J. Habibie.

Lebih dari sekadar menjalankan program kerja atau mengejar publikasi akademik, para peserta juga diminta untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat sebelum menawarkan solusi teknologi. Menurutnya, nilai seorang patriot masa kini tercermin dari kerendahan hati dalam mengabdi serta meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi dan inovasi, ITS akan memfokuskan pendampingan pada pengembangan kawasan transmigrasi yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan melalui penerapan teknologi tepat guna. Program tersebut mencakup penanganan infrastruktur dasar dan konektivitas, tata kelola dan reformasi agraria, hingga penguatan ketahanan pangan serta pengembangan ekonomi produktif masyarakat.

Melalui program ini, ITS juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta tujuan ke-17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan nasional yang lebih merata. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *