BisnisPeristiwa

Macadamia Coffee Ampelgading Tawarkan Sensasi Creamy, Angkat Potensi Macadamia Lereng Semeru

39
×

Macadamia Coffee Ampelgading Tawarkan Sensasi Creamy, Angkat Potensi Macadamia Lereng Semeru

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Perpaduan kopi dengan kacang macadamia mungkin belum banyak dijumpai di Indonesia. Namun, inovasi tersebut kini dikembangkan PT Macadamia Java Indonesia melalui produk Macadamia Coffee, yang mengombinasikan susu macadamia dengan kopi Arabika dan Robusta asal Ampelgading, Kabupaten Malang.

Direktur PT Macadamia Java Indonesia, Agus Susanto, mengatakan pengembangan produk tersebut berawal dari keinginan memperkenalkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam budidaya macadamia tanpa harus bergantung pada produk impor. “Kami ingin mengenalkan bahwa di Indonesia ada tanaman macadamia yang bisa tumbuh dan berproduksi dengan baik tanpa harus impor dari Australia,” ujarnya kepada Suarapubliknews.

Menurut Agus, perusahaan mengelola kebun macadamia seluas sekitar 70 hektare dengan sekitar 7.000 pohon yang sebagian besar telah berumur lebih dari 20 tahun. Selain itu, perusahaan juga bermitra dengan kelompok tani yang membudidayakan kopi di kawasan Ampelgading.

Ia menjelaskan kawasan Ampelgading berada pada ketinggian sekitar 800 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut, sesuai dengan kebutuhan tumbuh tanaman macadamia. Kondisi tersebut diperkuat oleh pasokan abu vulkanik dari Gunung Semeru yang menurutnya memberikan karakter rasa berbeda dibandingkan macadamia dari negara lain. “Macadamia Ampelgading memiliki karakter lebih manis dan creamy. Karakter ini mirip macadamia asal Hawaii yang sama-sama ditanam di kawasan vulkanik,” jelasnya.

Dalam kondisi budidaya yang optimal, satu pohon macadamia disebut mampu menghasilkan sekitar 100 hingga 200 kilogram per tahun. Dengan jumlah tanaman yang dimiliki saat ini, potensi produksi diperkirakan mencapai 700 hingga 1.400ton dalam bentuk raw material setiap tahunnya. Keunggulan tersebut kemudian dipadukan dengan kopi Arabika dan Robusta dari lereng Semeru.

Agus mengatakan pemilihan kopi lokal bukan sekadar untuk menciptakan cita rasa baru, tetapi juga mengangkat potensi kopi Ampelgading sekaligus meningkatkan nilai ekonomi petani. “Kami mengombinasikan susu macadamia dengan kopi bubuk Arabika yang diblending dengan Robusta sehingga menghasilkan karakter rasa yang kaya,” katanya.

Selain mengembangkan produk, perusahaan juga melakukan pembinaan kepada petani agar kopi yang dihasilkan tidak lagi dijual sebagai komoditas biasa, melainkan memenuhi standar fine coffee maupun specialty coffee sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.

Bagi penikmat kopi yang baru pertama kali mencoba Macadamia Coffee, Agus menggambarkan pengalaman rasanya sebagai perpaduan yang creamy, nutty, dan tetap ‘nendang’. Kehadiran macadamia juga membuat tingkat keasaman Arabika maupun pahit khas Robusta menjadi lebih seimbang, dengan sentuhan rasa kacang premium yang khas. Saat ini produk Macadamia Coffee masih dipasarkan di dalam negeri dan aktif diperkenalkan melalui berbagai pameran.

Menurut Agus, respons konsumen sejauh ini cukup positif karena menawarkan pengalaman rasa yang berbeda dari kopi pada umumnya. Meski demikian, kapasitas produksi dinilai masih belum mampu memenuhi potensi permintaan pasar.

Karena itu, PT Macadamia Java Indonesia mulai membuka kemitraan bagi petani yang ingin mengembangkan budidaya macadamia. “Kami menyiapkan bibit sekaligus membantu akses pasar. Harapannya semakin banyak petani yang ikut mengembangkan macadamia sehingga manfaat ekonominya juga semakin luas,” pungkas Agus. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *