NasionalPeristiwa

GIIAS 2026 Bahas Masa Depan Industri Otomotif, Soroti Investasi hingga Ekosistem Kendaraan Listrik

111
×

GIIAS 2026 Bahas Masa Depan Industri Otomotif, Soroti Investasi hingga Ekosistem Kendaraan Listrik

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tidak hanya menjadi ajang peluncuran kendaraan dan teknologi terbaru, tetapi juga menghadirkan forum diskusi strategis mengenai masa depan industri otomotif nasional.

Melalui penyelenggaraan The 20th GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC) dan Daily Seminar, pelaku industri, akademisi, pemerintah, hingga perwakilan diplomatik membahas berbagai tantangan dan peluang pengembangan industri otomotif Indonesia.

Konferensi otomotif tahunan GAIKINDO atau GIAC 2026 mengusung tema “Eye of The Future for Indonesia Automotive Industry”. Forum tersebut membahas prospek industri otomotif nasional di tengah perkembangan teknologi, elektrifikasi, konektivitas, kendaraan otonom, hingga upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi dan bagian dari rantai pasok otomotif global.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, mengatakan GIAC diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan yang mampu menghasilkan masukan bagi pemerintah maupun pelaku industri dalam memperkuat daya saing otomotif nasional.

“Kami berharap diskusi hari ini akan memberikan masukan berharga bagi pemerintah, pelaku ekonomi, dan semua pemangku kepentingan, sehingga bersama-sama kita dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokan otomotif global,” ujarnya.

Pada sesi keynote speech, Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan industri otomotif memiliki peran strategis sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional karena memberikan dampak terhadap sektor manufaktur, investasi, konsumsi masyarakat, hingga penciptaan lapangan kerja.

Menurut Purbaya, sinergi antara pemerintah dan pelaku industri menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan industri sekaligus mempercepat transformasi menuju kendaraan berteknologi rendah emisi.

“Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong adopsi kendaraan listrik, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional,” tegasnya.

Diskusi GIAC 2026 juga menghadirkan Ketua GAIKINDO Bidang Kerja Sama Luar Negeri Andrew Nasuri, Deputy Head of Mission-Designate Ambassador of The Federative Republic of Germany Oliver Sperling, serta Charge d’Affaires ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Mitsuru Myochin. Diskusi dimoderatori oleh Jahen Fachrul Rezki, Ph.D. dari LPEM FEB Universitas Indonesia.

Selain GIAC, GIIAS 2026 juga menyelenggarakan Daily Seminar selama dua hari. Seminar pertama bertema “Mengkaji Ulang Peta Jalan Industri Otomotif Nasional” membahas evaluasi strategi pengembangan industri agar tetap kompetitif, dengan menghadirkan perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, LPEM FEB Universitas Indonesia, serta Indonesia Battery Corporation (IBC).

Sementara itu, seminar hari kedua mengangkat tema “Membangun Sistem Pengelolaan Limbah Baterai yang Berkelanjutan”. Diskusi tersebut membahas kesiapan pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik melalui kolaborasi pemerintah, pelaku industri, dan lembaga internasional guna mendukung terciptanya ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan di Indonesia.

Melalui GIAC dan Daily Seminar, GAIKINDO menegaskan komitmennya menjadikan GIIAS tidak hanya sebagai pameran otomotif, tetapi juga sebagai forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan arah pengembangan industri otomotif Indonesia di masa depan. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *