Peristiwa

IdeaFest SUB 2026 Dorong Kolaborasi untuk Perkuat Ekosistem Kreatif Jawa Timur

204
×

IdeaFest SUB 2026 Dorong Kolaborasi untuk Perkuat Ekosistem Kreatif Jawa Timur

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ IdeaFest SUB 2026 ingin melampaui perannya sebagai festival kreativitas dengan membangun gerakan kolaboratif yang mampu memperkuat ekosistem industri kreatif di Jawa Timur.

Mengusung tema “The Next Leap”, penyelenggara mengajak pelaku industri kreatif, wirausaha, profesional, mahasiswa, hingga komunitas untuk berani mengambil langkah berikutnya melalui inspirasi, kolaborasi, dan pertukaran ide yang memberikan dampak nyata.

Festival Director IdeaFest Surabaya Saskia Tessy mengatakan penyelenggaraan tahun ini tidak hanya menghadirkan rangkaian diskusi dan pameran, tetapi juga diarahkan menjadi sebuah movement yang mempertemukan berbagai komunitas dan pelaku industri untuk saling belajar, berkolaborasi, serta menciptakan peluang baru.

“IdeaFest tahun ini lebih dari sekadar festival. Kami ingin membangun sebuah movement yang mendorong tumbuhnya industri kreatif di Jawa Timur. Melalui kolaborasi, kami berharap semakin banyak komunitas dan pelaku industri yang bersama-sama memajukan daerah ini,” ujarnya.

Menurut Saskia, tema The Next Leap merupakan ajakan bagi masyarakat untuk berani keluar dari zona nyaman dan mengambil langkah berikutnya dalam berkarya maupun membangun usaha. Keberhasilan IdeaFest tidak lagi diukur dari jumlah pengunjung, melainkan dari kolaborasi yang lahir setelah festival berakhir. Dampak yang tercipta setelah acara usai menjadi indikator utama keberhasilan penyelenggaraan festival.

Festival Director IdeaFest Jakarta Olivia Febrina menegaskan IdeaFest hadir sebagai wadah yang mempertemukan para pelaku industri kreatif tanpa mengambil alih ekosistem yang telah ada. Melalui penyelenggaraan di Surabaya, IdeaFest ingin memperluas dampak ekonomi kreatif hingga ke Jawa Timur.

“Yang kami lakukan untuk industri kreatif adalah menyediakan wadah. Tujuan akhirnya adalah memberikan dampak, bukan hanya kepada pelaku industri kreatif, tetapi juga bagi ekonomi dan masyarakat,” katanya.

Salah satu program baru yang dihadirkan tahun ini adalah IdeaFest X, yang untuk pertama kalinya dibawa ke Surabaya setelah sukses diselenggarakan di Jakarta selama tiga tahun terakhir. Berbeda dengan IdeaTalks yang berlangsung satu arah, IdeaFest X dirancang sebagai ruang belajar yang lebih partisipatif sehingga peserta dapat terlibat langsung dalam setiap aktivitas.

Partner IdeaFest X Cynthia Cecilia menjelaskan program tersebut menghadirkan berbagai kegiatan seperti refleksi karier, diskusi kepemimpinan, pengembangan diri, hingga workshop berbasis komunitas. Menurutnya, komunitas memiliki peran penting sebagai ruang belajar sekaligus tempat membangun jejaring yang dapat membuka peluang kolaborasi baru.

“Peserta tidak hanya datang untuk mendengarkan materi, tetapi juga diajak melakukan refleksi, berdiskusi, dan membangun koneksi melalui komunitas. Kami percaya komunitas menjadi tempat seseorang bertumbuh sekaligus menemukan peluang kolaborasi baru,” jelasnya.

Selain menghadirkan konsep pembelajaran yang lebih interaktif, IdeaFest SUB 2026 juga mengangkat isu pemanfaatan artificial intelligence (AI) sebagai salah satu fokus pembahasan. Saskia menjelaskan AI perlu dipandang sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas, bukan menggantikan manusia. Karena itu, IdeaFest menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menghadirkan materi AI yang aplikatif dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Olivia menambahkan perkembangan AI menjadi bagian dari transformasi industri kreatif yang perlu dipahami sejak sekarang. Menurutnya, AI bukan ancaman bagi kreativitas, melainkan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat proses berkarya, berbisnis, dan berinovasi apabila digunakan secara tepat.

Sementara itu, Saskia menilai sektor food and beverage (FnB) masih menjadi salah satu industri kreatif terbesar di Surabaya yang terus berkembang melalui inovasi dan kolaborasi lintas bidang.

Brand Trust IdeaFest Nathan Santoso menilai Surabaya memiliki banyak talenta kreatif yang selama ini belum memperoleh ruang yang memadai. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini tidak hanya menghadirkan individu-individu inspiratif, tetapi mulai membangun ekosistem kreatif yang lebih kuat.

Ia juga menilai Surabaya memiliki potensi besar sebagai gerbang pengembangan industri kreatif menuju Indonesia Timur dengan dukungan keluarga, dunia pendidikan, dan komunitas sebagai fondasi utama.
Perwakilan Speaker yang merupakan Founder Dusduck, Arief Susanto mengatakan setiap pelaku usaha perlu memiliki visi yang jelas, implementasi yang tepat, serta mampu menciptakan dampak agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan. “Kalau ingin lompatan itu panjang, kita tidak akan pernah bisa sendirian. Kita membutuhkan kolaborasi,” ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan Speaker konten creator asal Banyuwangi, Winona Araminta berharap kehadiran IdeaFest SUB membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi generasi muda di luar Jakarta. Menurutnya, ekosistem kreatif akan terus berkembang apabila para pelakunya memiliki semangat untuk berbagi pengalaman sekaligus terus belajar dari satu sama lain.

Semangat kolaborasi juga diwujudkan melalui Kreatip by Artisan Market yang kembali menjadi bagian dari IdeaFest SUB 2026 dan berlangsung pada 7–9 Agustus. Area ini menghadirkan kurasi produk lokal, kuliner, creative market, serta berbagai aktivitas komunitas yang memperkaya pengalaman pengunjung.

Fanni Susilo dari Creatip by Artisan Market mengatakan tahun ini pihaknya menghadirkan Kreasi Muda Corner sebagai ruang bagi talenta muda untuk menampilkan karya sekaligus belajar menjadi wirausaha melalui praktik langsung.

“Melalui Kreasi Muda Corner, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berani mengambil langkah pertama. Mereka tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga belajar menjadi entrepreneur, berinteraksi dengan pasar, dan membangun kepercayaan diri,” ujarnya.

Menurut Fanni, semangat The Next Leap juga diwujudkan melalui keberanian mencoba, berinovasi, dan berkolaborasi. Karena itu, Artisan Market tidak hanya menjadi tempat memasarkan produk lokal, tetapi juga menjadi ruang bertemunya pelaku usaha kreatif, komunitas, dan masyarakat untuk menciptakan peluang baru.

IdeaFest SUB 2026 digelar pada 7–8 Agustus 2026 di Grand City Convex Surabaya dengan menghadirkan lebih dari 200 pembicara dan 100 sesi diskusi yang membahas kewirausahaan, bisnis, pemasaran, teknologi, kepemimpinan, ekonomi kreatif, hingga pengembangan diri.

Melalui rangkaian konferensi, IdeaFest X, sesi jejaring, dan Kreatip by Artisan Market, penyelenggara berharap festival ini mampu memperkuat posisi Surabaya dan Jawa Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi yang berkelanjutan. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *