Antalogi Puisi, Rupa Cinta, Buku Ke 3 Perlima

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ “Kaulah damba sejak mula, Kusayang bagai permata, Kurawat bak pusaka, Kupuja serupa raja. Gerilya waktu menyulapmu. Kau seperti dibubuhi baking soda tiba – tiba dewasa. Lalu sayapmu mengangkasa. Meninggalakku dalam badai tunggu dari minggu ke minggu”.

Cuplikan puisi karya penulis sekaligus pendiri Perempuan Penulis Padma (Perlima), Wina Bojonegoro diawakan apik oleh Aixa Paramitha dalam peluncuran buku antologi puisi ke tiga Perlima yang berjudul ‘Rupa Cinta’ di Art Lab Galery.

Ketua Perlima Tjahyani Retno Wilis mengatakan buku dengan tajuk Rupa Cinta dihasilkan dari kelas pelatihan menulis puisi. “Peserta wajib menulis lima puisi bertema bebas. Puisi-puisi yang disetor ini dikurasi oleh Ni Made Purnama Sari. Inilah hasil pilihan kurator. Menjadi Rupa Cinta,” katanya.

Dalam penggarapannya, para penulis diarahkan untuk menuangkan ide tentang cinta. Mereka diminta menerjemahkan rupa cinta sesuai perspektif masing-masing. Sehingga, hasil karya tersebut menjadi wacana para penulis untuk menuangkan gambaran tentang rupa cinta tersebut.

Judul Rupa Cinta sendiri dipilih karena buku tersebut berisi tentang rasa cinta yang luas dan beragam dari para penulis. “Cinta yang dimaksud itu cinta yang luas, dalam cinta itu ada juga amarah, kekecewaan, cinta yang luas bukan hanya cinta sepasang kekasih,” jelasnya.

Sedangkan, kata ‘Rupa’ sendiri dipilih lantaran setiap puisi yang ada dalam buku tersebut, dituangkan ke dalam bentuk visual oleh salah satu seniman lukisan, Yoes Wibowo. “Jadi ini kan bentuk kecintaan kita, menulis, kemudian mengungkapkan rasa. Dari kata-kata ini, diksi ini, direspons dalam lukisan, makanya judulnya Rupa Cinta,” ujarnya.

Pendiri Perlima Wina Bojonegoro menambahkan peluncuran buku dan pameran seni rupa Rupa Cinta ini menjadi bukti nyata perjalanan Perlima yang baru berdiri pada 30 Maret 2021. Dengan terbitnya buku ketiga ini maka Perlima menjaga performa dan produktivitas anggotanya sebagai tanggung jawab sebagai penulis.

Sebelumnya Perlima menerbitkan dua buku. Pertama yaitu berjudul ‘Covad Covid, Bungkusan Boyband dan Menunggu Kabar Baik’. Sedangkan buku kedua berjudul ‘Rumah Berdinding Kisah’. (q cok, tama dini)

Reply