Autocillin Berikan Rasa Aman Melalui Kampanye #SudahZiapAman

JAKARTA, (Suarapubliknews) – Selama periode Januari hingga Oktober 2020 lalu, Indonesia mengalami kerugian materiil hingga Rp163 miliar dari total 83.715 yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas. Hal ini terus meningkat dan menjadi kekhawatiran besar.

Hal ini yang membuat PT Asuransi Adira Dinamika Tbk. (Adira Insurance) melalui produk asuransi unggulannya, Autocillin, memperkenalkan kampanye #SudahZiapAman untuk mengajak masyarakat agar aman dalam berkendara dan menekankan pentingnya perlindungan kendaraan.

Direktur Adira Insurance, Wayan Pariama mengatakan, Adira Insurance secara konsisten meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berperilaku selamat dan aman di jalan. Selama 10 tahun terakhir, semangat ini digaungkan lewat kampanye I Wanna Get Home Safely (IWGHS) dengan berbagai inisiatif untuk mendukung keselamatan jalan terbaik.

“Melanjutkan semangat yang sama, tahun ini kami menghadirkan kampanye #SudahZiapAman untuk produk Autocillin yang mampu memberikan rasa aman saat berkendara dengan perlindungan dari risiko-risiko di jalan seperti kecelakaan, banjir, hingga huru-hara,” katanya.

Belum lama ini, Adira Insurance memetakan profil keselamatan jalan di Indonesia melalui Road Safety Behavior Research, yang merupakan inisiatif dari kampanye IWGHS. Riset tersebut menyebutkan bahwa rata-rata indeks keselamatan berkendara di 15 kota yang disurvei adalah 76%, dimana ada kesenjangan antara pemahaman dalam keamanan berkendara. Dimana pengetahuan 87%, kesadaran/sikap 83%, namun perilaku hanya 58%.

Dalam berkendara, ada berbagai risiko tidak terduga yang mengintai pengendara. Kondisi keselamatan jalan di Indonesia secara umum masih belum memuaskan, karena sebagian besar pengguna jalan belum menerapkan perilaku keselamatan yang baik di jalan. Data Kementerian Perhubungan RI menyebutkan bahwa sebanyak 61% kecelakaan terjadi karena faktor manusia, 30% faktor sarana prasarana, dan 9% faktor pemenuhan persyaratan laik jalan.

Keamanan dan keselamatan di jalan tidak hanya ditujukan untuk diri sendiri, tetapi untuk kepentingan bersama. Belum lagi risiko-risiko yang harus ditanggung apabila terjadi musibah saat berkendara di jalan. Sebagai contoh, saat mengalami kecelakaan beruntun, ada pihak-pihak lain yang juga dirugikan dari musibah tersebut.

“Oleh sebab itu, penting untuk memiliki asuransi kendaraan yang mampu melindungi secara lengkap baik diri sendiri maupun orang lain. Termasuk Tanggung Jawab Pihak Ketiga, yang merupakan salah satu jaminan perluasan dari Autocillin. Kami terus memberikan rasa aman melalui berbagai fitur yang memberikan kemudahan bagi pelanggan,” papar Wayan.

Data 2020 Korlantas POLRI memaparkan ada 10 perilaku tidak berkeselamatan, antara lain perilaku ceroboh terhadap lalu lintas dari depan (25.136 kasus), gagal menjaga jarak aman (23.308 kasus), ceroboh saat belok (15.045 kasus), hingga ceroboh saat menyalip (10.102 kasus).

Pegiat otomotif, Jujuk Margono yang juga hadir dalam peluncuran kampanye #SudahZiapAman, mengungkapkan, sangat disayangkan bahwa human errors selama ini menjadi kontributor besar terhadap kasus kecelakaan lalu lintas.

“Padahal, justru faktor ini yang paling bisa dihindari apabila kita selalu memprioritaskan keamanan dan mempersiapkan perlindungan bagi diri, kendaraan, dan orang lain. Semangat yang digaungkan Autocillin melalui kampanye #SudahZiapAman ini perlu kita dukung untuk menciptakan jalanan yang aman untuk semua,” ungkapnya.

Semangat #SudahZiapAman dari produk Autocillin memberikan perasaan aman dan tenang bagi masyarakat dalam berkendara melalui manfaat perlindungan yang komprehensif. Autocilin juga dilengapi dengan berbagai fasilitas yang memudahkan nasabah seperti; Autocillin Mobile Claim Application untuk pengajuan klaim secara online, Autocilin Rescue, Autocillin Mobile Service, STNK Renewal Service, hingga layanan 24 jam Adira Care 1500 456  yang memberikan pengendara rasa aman kapan pun dan di mana pun mereka berada.

“Kedepannya, Adira Insurance mengajak semua pemangku kepentingan untuk melakukan upaya kolektif, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum, guna menciptakan keamanan dan keselamatan jalan secara berkelanjutan,” tutup Wayan. (q cox, tama dinie)

Reply