Bagikan Sembako Gratis, Pengamat: Pemikiran Kemanusiaan dan Negerawan Harus Tumbuh

SIDOARJO (suarapubliknews) – Peduli dampak wabah covid-19, seorang dermawan di Kabupaten Sidoarjo membagikan ratusan sembako gratis kepada driver Ojek Online (Ojol) dan tukang becak yang biasa beroperasi di kawasan Kota Sidoarjo.

Bagi bagi sembako yang dilakukan Sony Sunarko yang merupakan seorang pengamat sosial kali ini merupakan ungkapan kepeduliannya terhadap warga yang terdampak akibat pandemi virus Corona di kawasan Kabupaten Sidoarjo yang kini menjadi Zona merah penyebaran. Sekitar 200 paket sembako yang berasal dari kantong pribadi tersebut berisikan antara lain berupa 5 Kilo gram beras dan 10 bungkus mie instan dalam waktu sekejab ludes dibagikan kepada ratusan driver Ojol dan tukang becak.

“Bagi mereka persoalan covid-19 ini tidak seberapa tahu kejelasannya apasih Covid19 itu, taunya hanya saya akan makan apa hari ini untuk keluarga saya. Namun ketika pekerjaan sebagai mata pencarian mereka terganggu sepeti ini apakah Pemerintah bisa meng cover, mungkin ada tapi apakah cukup buat mereka untuk waktu satu bulan biaya hidup sehari-hari,” ungkap Sony Sunarko yang juga merupakan seorang pengusaha konter handphone itu kepada wartawan di lokasi pembagian sembako di kawasan bawah Flay Over Buduran, Rabu (22/04/2020).

Dikatakan Sony, pemberian sembako kepada para pekerja lapangan tersebut merupakan ungkapan kepedulian kepada masyarakat kelas bawah ditengah pandemi virus yang berimbas juga ke perekenomian dunia, termasuk yang sangat terdapak adalah masyarakat kecil sehingga mereka harus bertahan untuk kehidupan dan kondisi yang serba sulit.

“Mestinya keberadaan kita itu ditunggu sama mereka, semoga acara seperti bisa menggugah teman-teman yang lain nanti bisa mengadakan ditempat yang lain berbagi seperti ini. Memang sedikit tapi bagi saya semoga bermanfaat,” harap Sony.

Semenatara, salah satu driver Ojol Mariono warga Buduran, Sidosrjo yang mendapat bantuan mengatakan, selama wabah virus corona masuk di kawasan Kabupaten Sidoarjo ini keluhkan pendapatan turun drastis hingga 50 persen lebih dibanding sebelum wabah ini menyerang. Hingga saat ini ia juga belum pernah menerima bantuan dari pemerintah.

“Selama wabah corona ini orderan sangat turun drastis hampir 100 persen. Sehari dapat lima orderan saja Alhamdulillah, belum dipotong biaya bensin sepeda motornya,” ungkap Mariono.

Mariono yang juga merupakan mantan buruh pabrik yang sekarang hanya mengandalkan penghasilan dari Ojol untuk menghidupi kluarganya itu kini merasa bingung untuk menutupi biaya hidup yang pasti.

“Saya sekrang tidak ada penghasilan lain, hanya dari Ojol saja. Kalau misalkan ini PSBB diberlakukan di Sidoarjo saya tidak bisa ngomong apa-apa, bingung. Bantuan dari pemerintah hingga sekarang belum ada. Selama ini dapat dari uluran tangan masyarakat saja termasuk dari juragan Konter hari ini,” ungkap mantan buruh pabrik tersebut. (q cox, drie)

Reply