Balai RT-RW Diresmikan, Ketua DPRD Surabaya Berharap Semakin Memperkuat Keguyuban

SURABAYA (Suapubliknews) – Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, mengharapkan keberadaan balai pertemuan di kampung bisa meningkatkan keguyuban dan kegotongroyongan warga masyarakat.

Itu disampaikan Adi saat menghadiri peresmian Balai RT 04 dan RW 3 Kelurahan Genting Kalianak, Kec. Asemrowo, kemarin sore. Peresmian sekaligus bersamaan buka puasa bersama warga masyarakat kampung Genting.

Balai pertemuan telah direhab sehingga nampak bersih dan mentereng. “Mari kita rawat dan kita manfaatkan Balai RT 4 dan RW 3 Kel. Genting Kalianak. Balai ini bisa dimanfaatkan menjadi pusat kegiatan warga masyarakat di kampung,” ujar Adi, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Di balai itu, Adi melihat ada papan nama untuk pengendalian keamanan lingkungan. “Semoga kampung ini menjadi lebih hidup dan aman. Apalagi sebentar lagi musim warga masyarakat mudik, sehingga keamanan kampung menjadi harus dilipatgandakan,” kata Adi.

Ketua RW 3 Kelurahan Genting Kalianak, Jumali, adalah sosok yang gigih memperjuangkan perbaikan Balai RT-RW itu. Akhir tahun lalu, pihaknya ketemu dengan kader-kader PDIP yang tengah melakukan kerja bakti.

“Terima kasih kader-kader PDIP Asemrowo, renovasi balai ini telah berhasil diperjuangkan, sehingga sekarang menjadi bangunan yang lebih nyaman bagi warga masyarakat,” kata Jumali, dalam sambutannya.

Heri Budi Santoso, Ketua LPMK Kel. Genting Kalianak, menambahkan banyak aspirasi warga masyarakat yang diamanatkan kepada kader-kader PDI Perjuangan. Tidak saja pembangunan fisik, tetapi juga non fisik.

“Beberapa aspirasi sudah terwujud, yang lain masih menunggu. Berkat kegigihan kader-kader PDIP memperjuangkan aspirasi warga. Terima kasih Pak Eri Cahyadi dan Pak Armuji, yang merupakan kader-kader PDIP yang memimpin pemerintahan kota sekarang,” kata Heri Budi Santoso.

Peresmian Balai RT 04 dan RW 3 Kel. Genting Kalianak berlangsung dalam suasana guyub. Dihadiri Lurah Genting Kalianak Eka Bachtiar dan kalangan tokoh masyarakat serta ibu-ibu penggerak kegiatan perempuan dan anak.

Semua duduk lesehan di ujung gang sampai bercengkerama. Begitu azab Mahgrib berkumandang, dimulailah bukan puasa bersama.

“Semoga balai pertemuan ini dapat meningkatkan keguyuban dan kegotongroyongan warga masyarakat kampung ini. Menjadi tempat berkumpul, bermusyawarah untuk mencapai mufakat,” kata Adi Sutarwijono. (q cox)

Reply