Begini Hangatnya Acara Debat Perdana Pilwali Surabaya 2020 di Sesi Pertama

SURABAYA (Suarapubliknews) – Debat perdana Pilwali Surabaya 2020 yang digelar oleh KPU Surabaya di Hotel Marriott Surabaya dan disiarkan secara langsung secara live streaming di channel Youtube KPU Surabaya.

Didampingi pendukungnya masing-masing, tampak hadir paslon 01 Eri Cahyadi-Armuji dan 02 Machfud Arifin-Mujiman, yang terlihat kompak mengenakan baju putih dan bersepatu sporty warna putih.

Disesi pertama, moderator membuka pertanyaan yang telah tersegel yang isinya tentang pelayanan kesehatan, dan ditujukan kepada paslon no 1. Pertanyaanya, bagaimana kondisi pelayanan kesehatan di Kota Surabaya dan kenapa masih banyak yang beribat ke luar negeri

Menjawab pertanyaan tersebut, Eri Cahyadi mengatakan jika selama ini Pemkot Surabaya telah melakukan kerjasama dengan tenaga dokter dan rumah sakit di Surabaya. Eri mencontohkan keberhasilan pelayanan di rumah sakit lokal (Surabaya) yakni pertolongan terhadap bayi kembar siam.

“Kita akan jadikan Surabaya sebagai kota wisata kesehatan. Kemudian peningkatan pelayanan terhadap masyarakat miskin. Maka tidak pelru ke luar negeri,” jawab Eri.

Menanggapi jawaban Eri, paslon 02 yang diwakili Machfud Arifin alias MA, mengatakan bahwa pelayanan di Surabaya masih kategori buruk, utamanya ke masyarakat kecil.

“Karena tidak semua mendapatkan layanan BPJS gratis. Kurangnya tenaga kesehatan juga jadi keprihatinan kita, karena tak sedikit tenaga kesehatan puskesmas harus bekerja di rumkit,” ucapnya. “Penanganan covid terlambat,” tambah Mujiaman.

Menanggapi 02, Armuji mengatakan jika soal covid-19 adalah pendemi dunia, bukan hanya Kota Surabaya. Namun harus bangga karena sudah indikatornya mendekati warna kuning. “Satu-satunya daerah yang memiliki layanan swab gratis hanya Surabaya,” tegasnya.

Eri menambahkan, bahwa adanya swab gratis yang dilakukan terus menerus merupakan wujud berhasilnya layanan kesehatan di Surabaya. Kalaupun ada yang meninggal karena itu komorbit. “Ini menunjukkan keberhasilan Kota Surabaya,” tandasnya.

Kemudian moderator membuka aplop pertanyaan berikutnya yang berisi soal kebijakan pendidikan dan ditujukan ke paslon no 2. Pertanyaannya, jika menjadi wali kota, apa yang anda lakukan soal peningkatan SDM

Diwakili MA, paslon no 2 mengatakan jika pihaknya akan meningkatkan dua hal, yakni kualitas guru dan siswa itu sendiri.

“Maka harus ada peningkatan kesejahteraan guru, utamanya PAUD,” jawabnya. “Pendidikan untuk semua, penyetaraan sekolah negeri, swasta dan agama. Peningkatan sarana dan prasarana siswa untuk sekolah daring,” tambah Mujiaman.

Menanggapi jawaban paslon 02, Armuji menuding jika paslon no 2 ketinggalan berita atau pembisiknya yang salah. “Karena sarana dan prasarana di surabaya sudah bagus dan sudah diakui dunia. Harusnya kita bangga,” sergah Armuji.

Membalas serang kecil Armuji, Paslon 02 yang diwakili MA juga meminta kepada Armuji untuk sering turun ke lapangan.

“Saya sudah beberapa bulan ke lapangan dan mendapatkan banyak keluhan soal perlakuan sekolah swasta dan kesejahteraan guru. Maka pak Armuji harus jalan-jalan ke kampung,” balas MA. “Temui guru PAUD, mereka tidak memiliki fasilitas laptop. Kita akan berikan itu semua jika kami terpilih,” imbuh Mujiaman. (q cox)

Reply