Bisnis

BEI Gandeng Maskapai Nasional, Awak Penerbangan Diajak Jadi Investor Saham

78
×

BEI Gandeng Maskapai Nasional, Awak Penerbangan Diajak Jadi Investor Saham

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggandeng sejumlah perusahaan penerbangan nasional dalam program “Awak Pesawat Investor Saham” untuk meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman pasar modal di kalangan pekerja industri penerbangan. Program tersebut diluncurkan di Main Hall Gedung BEI, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian pembukaan Sharia Investment Week (SIW) 2026.

Kolaborasi tersebut melibatkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Citilink Indonesia, PT AirAsia Indonesia Tbk, dan PT Jaya Trishindo Tbk. Melalui program ini, para pekerja industri penerbangan didorong untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat sekaligus mengenal instrumen investasi yang legal, aman, dan terjangkau melalui pasar modal Indonesia.

Pj.S Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan industri penerbangan memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, sektor aviasi dinilai dapat menjadi mitra penting dalam memperluas literasi keuangan dan mendorong peningkatan inklusi pasar modal nasional.

“Kami berharap para pekerja di industri aviasi semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan investasi yang legal, terukur, dan sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing,” ujarnya.

Menurut Jeffrey, dinamika industri penerbangan yang berkembang cepat membuat para pekerjanya perlu memiliki ketahanan finansial yang baik. Oleh sebab itu, edukasi mengenai perencanaan keuangan dan investasi menjadi bagian penting dalam mendukung profesionalisme sekaligus kesejahteraan jangka panjang para pekerja.

“Industri penerbangan memiliki kontribusi penting dalam mendukung konektivitas nasional, distribusi logistik, hingga mobilitas masyarakat. Di balik peran tersebut, para pekerja industri penerbangan juga menghadapi tantangan besar, sehingga pemahaman mengenai perencanaan keuangan dan mitigasi risiko menjadi semakin relevan,” katanya.

Jeffrey juga mengungkapkan jumlah investor pasar modal Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Hingga akhir April 2026, jumlah investor pasar modal tercatat mencapai 26,4 juta Single Investor Identification (SID), meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya. Sementara jumlah investor saham telah melampaui 9,5 juta SID.

Ia berharap pertumbuhan tersebut dapat diikuti dengan semakin luasnya partisipasi masyarakat dari berbagai profesi, termasuk pekerja industri penerbangan. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan edukasi pasar modal yang lebih dekat, relevan, dan mudah diakses oleh para pekerja industri penerbangan,” lanjutnya.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyambut baik program tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat literasi keuangan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di industri penerbangan.

Menurutnya, di tengah transformasi industri yang berlangsung dinamis, kesiapan SDM tidak hanya ditentukan oleh kompetensi profesional, tetapi juga kemampuan membangun ketahanan dan perencanaan finansial yang sehat.

“Kami meyakini, hadirnya kesempatan serta ilmu baru yang diberikan pada program tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan fondasi dalam mendorong terciptanya iklim ekosistem industri penerbangan yang lebih produktif, resilient, dan future-ready,” jelas Glenny.

Hal senada disampaikan Direktur Utama AirAsia Indonesia, Captain Achmad Sadikin. Ia menilai program Awak Pesawat Investor Saham merupakan langkah positif untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan insan aviasi.

“Kami percaya, pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan dan investasi dapat membantu para pekerja mempersiapkan masa depan yang lebih baik sekaligus mendorong terciptanya budaya finansial yang sehat dan produktif di lingkungan industri penerbangan,” ujarnya.

Peluncuran program ditandai dengan penyematan pin “Aku Investor Saham” kepada perwakilan pekerja industri penerbangan, mulai dari pilot, awak kabin, hingga personel operasional lainnya. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan dukungan simbolis pembukaan rekening investasi bagi para peserta.

BEI berharap program ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya investasi yang sehat dan berkelanjutan di industri penerbangan serta dapat menjadi inspirasi bagi sektor industri lainnya di Indonesia. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *